Vaksin Berbayar Batal, Mahfud Ungkap Pemicu Awal Kebijakan

Jakarta, CNN Indonesia —

Mahfud MD menjelaskan ide vaksin Covid-19 berbayar semula  menonjol lantaran terjadi ledakan Covid-19  Varian Delta pada Indonesia dan RI cela vaksinator   untuk  memenuhi antusiasme warga di dalam mendapatkan vaksin.

Belakangan, tepatnya pada Jumat (16/7) kemarin, kebijakan ini secara resmi telah dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Presiden menetapkan, tidak ada vaksin berbayar, semua vaksinasi gratis buat rakyat. Sejak awal kebijakannya begitu. Semula ide vaksin berbayar muncul karena ledakan Covid varian Delta, ” kata Menteri Koordinator Tempat Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)  melalui akun  Twitter-nya, Sabtu (17/7).


Saat berlaku ledakan, ia mengatakan, pemerintah terus menggencarkan vaksinasi, tapi terkendala lantaran ketersediaan vaksin tidak diimbangi dengan tenaga vaksinator.

Dia menyebut, petugas dari unsur TNI, Polri, BIN telah turun tangan melatih vaksinator dan turun ke anak buah, tapi tetap tidak sanggup  memenuhi antusiasme masyarakat.  

“Tetap banyak yang tidak terlayani, banyak yang telah antre tapi tak mampu terlayani saking banyaknya. Pegari ide dari swasta yang akan membelikan untuk karyawannya dan menyelenggarakan vaksinasi sendiri, ” kata dia.

Mahfud mengatakan, semula swasta akan  menggelar  vaksinasi dan mencetak vaksinator sendiri, sehingga industri dan sektor-sektor esensial bisa bekerja, tanpa APBN dan vaksin dibanding pemerintah.

“Tapi timbul reaksi penolakan dengan keras. Menampung aspirasi tersebut, Presiden melarang program vaksinasi berbayar, ” katanya.

Sebelumnya, pemerintah berencana membuka jalur vaksin berbayar mandiri lewat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Vaksin yang akan digunakan semula adalah Sinopharm, yang adalah jenis vaksin yang diperuntukkan untuk vaksinasi Gotong Royong.  

Vaksin berbayar akan memanfaatkan jaringan klinik yang dimiliki oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk sebanyak 1. 300 klinik yang tersebar pada Indonesia.

Negeri mematok harga Rp321. 660 per dosis dengan bayaran maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117. 910 per dosis.

Belakangan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Jokowi membatalkan vaksin berbayar itu.

Pramono mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Jokowi memperoleh masukan dan respons dibanding masyarakat

“Presiden telah memberi arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalaikan Kimia Farma semua dibatalkan dan dicabut sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan, ” logat Pramono dalam keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Pemimpin, Jumat (16/7).

Pramono mengatakan vaksinasi Mengangkat Royong tetap  digelar melalui mekanisme perusahaan, di mana perusahaan yang akan menanggung biaya vaksinasi bagi semesta karyawannya.

(yoi/vws)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.