Tilang Ganjil Genap Saat PPKM di DKI Tunggu Kajian dan Rambu

Jakarta, CNN Indonesia —

Penerapan  sanksi  tilang dalam sistem  ganjil genap di zaman Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Klub ( PPKM ) Lapisan 4 tengah dikaji.

Diketahui, sistem langka genap di delapan buku jalan Jakarta sudah berlaku sejak 12 Agustus awut-awutan. Namun, tak ada sanski tilang bagi para pelanggar.

“Untuk dikenakan tilang, ini jadi tilikan kita, ” kata Penasihat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Senin (16/8).


Nantinya, sanksi tilang bisa sekadar dilakukan baik manual maupun lewat sistem tilang elektronik. Namun, kata Sambodo, pihaknya masih menunggu soal rambu-rambu di delapan ruas bulevar tersebut agar  bisa menerapkan sanksi itu.

Hal tersebut merujuk ke Pasal 287 Ayat 1 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 287 itu diketahui mengatur tentang pengendara yang melanggar aturan titah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lin dapat dipidana dengan kejahatan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

“intinya kita bisa saja memakai tilang itu nanti hendak kita lihat rambu-rambunya sebab gage itu ditandai dengan  rambu, ” ucap Sambodo.

Ditlantas Polda Metro Jaya sebelumnya telah meniadakan pos penyekatan PPKM di 100 titik yang terletak di sejumlah buku di DKI Jakarta.

Pembatasan mobilitas masyarakat pun diatur dengan sistem ganjil-genap yang berlaku dalam pukul 06. 00 had 20. 00 WIB.

Adapun delapan ruas jalan yang menerapkan sistem ganjil genap yakni Jalan Sudirman, Ustaz MH Thamrin, Jalan Langgas Barat, Jalan Majapahit, Bulevar Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Gembung Selatan, dan Jalan Gatot Subroto.

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.