Tidak Bayar THR, Tujuh Perusahaan di Sumbar Dilaporkan

Tidak Bayar THR, Tujuh Perusahaan di Sumbar Dilaporkan

Padang, CNN Indonesia — Sebanyak tujuh kongsi di Sumatera Barat   dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) wilayah setempat karena belum membayarkan Tunjangan Hari Raya ( THR ) pekerjanya. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Disnakertrans Sumbar Prita Wardhani membenarkan hal tersebut.

Menurut Prita, ketujuh kongsi itu bergerak di bidang perhotelan, rumah sakit, dan alih daya (outsourcing). Setiap perusahaan memiliki setidaknya 30 pekerja.

Berdasarkan laporan para pekerjanya, ia bilang perusahaan yang dilaporkan beralasan bahwa keuangan perusahaan terdampak pandemi virus corona.

Namun, Disnakertrans Sumbar mengaku masih akan menindaklanjuti laporan tersebut dan menghubungi para-para pemimpin perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya. Bila tidak ada tanggapan, petugas Disnakertrans akan memanggil perwakilan kongsi, atau bahkan mendatangi perusahaan. “Perusahaan sudah diberi banyak keringanan sebab pemerintah, seperti penundaan pembayaran BPJS, keringanan pajak, dan tunggakan untuk membayar utang di bank.
Seharusnya, perusahaan membayar THR pekerja, ” ujarnya kepada CNNIndonesia. com , Rabu (20/5).

Opsi lainnya, kongsi bisa saja melakukan kesepakatan dengan pekerja untuk menunda atau membalas separuh THR sebelum lebaran. Yang penting, tambah Prita, terdapat suara antara pekerja dengan perusahaan sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Cetakan 6 Tahun 2020.

Sesuai aturan, apabila perusahaan sama sekali tidak mau membayarkan THR, maka Prita bilang izin usaha perusahaan terkait akan ditangguhkan hingga ditutup. Karenanya, ia mengingatkan pemimpin kongsi untuk mencari jalan keluar buat membayar THR.

Prita selalu mengimbau pekerja lainnya untuk mengadukan bila belum mendapatkan hak THR hingga lebaran. Disnakertrans Sumbar mengambil posko pengaduan THR dari 11 Mei hingga 3 Juni belakang di Jalan Rasuna Said, Medan.

“Hingga kini, baru tujuh perusahaan yang dilaporkan. Mungkin, jumlahnya bertambah sampai 3 Juni nanti, ” terang dia.

Berdasarkan data Disnakertrans Sumbar, terdapat 3. 800 perusahaan menengah & kecil di provinsi barat Nusantara itu.

[Gambas:Video CNN]

(adb/bir)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.