Tiang Panjang Korban Pelecehan pada KPI Mendapat Bantuan Asas

Jakarta, CNN Indonesia —

Seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) Pusat berinisial MS diduga menjadi korban  pelecehan seksual dan perundungan sebab rekan kerja senior.

Selama bertahun-tahun, MS tak kunjung mendapat bantuan hukum meski  sudah melaporkan ke atasan, Komnas PEDOMAN, hingga polisi. Sampai kesimpulannya kasus MS terkuak ke publik awal bulan itu.

Dalam pengakuannya, MS mengaku dirundung makin dilecehkan dalam bentuk, misalnya, alat kelaminnya dicorat-coret menggunakan spidol.  


Ia pernah mengadukan apa yang dialaminya ke Komnas HAM pada  2017 silam lewat surat elektronik (surel). Komnas HAM lalu membalas bahwa MS telah menjadi korban tindak kejahatan, sehingga disarankan untuk mengetengahkan ke kepolisian.

“Dari analisa aduan, target disarankan untuk melapor ke polisi karena ada isyarat perbuatan pidana, ” ujar  Anggota Komnas HAM Beka Ulung  Hapsara .

Dua tahun setelah mengetengahkan ke Komnas HAM, MS yang sakit-sakitan karena kemunduran kemudian melaporkan dugaan perundungan dan pelecehan seksual dengan dialaminya ke Polsek Gambir pada 2019.

Namun, menurut MS, laporannya tidak ditindaklanjuti. Padahal, dia baru berani mengajukan masukan itu setelah mengalami perundungan dan pelecehan sejak 2012.

“Saya akhirnya pergi ke Polsek Gambir untuk membuat laporan polisi. Tapi petugas malah sejumlah ‘lebih baik adukan dulu saja ke atasan. Biarkan internal kantor yang menyelesaikan’, ” kata MS era dihubungi CNNIndonesia. com , Rabu (1/9).

Belakangan petugas membantah ada laporan dari MS soal pelecehan seksual dan perundungan.

Lapor  Dua Kali

Setelah laporannya tak diterima Polisi, MS melaporkan  kasus itu ke pembesar. Namun, para pelaku tidak mendapatkan sanksi. Atasannya hanya memindahkan ruang kerja MS ke tempat yang dianggap relatif jauh dari rekannya itu.

Kebijaksanaan itu tak membuat persoalan MS selesai. Ia lestari dirundung pelaku. Tak awet secara emosional, MS kembali mendatangi Polsek Gambir buat kedua kali pada 2020.

“Petugas tak menganggap cerita saya benar-benar dan malah mengatakan, ‘Begini saja, Pak, mana bagian orang yang melecehkan bapak, biar saya telepon orangnya’, ” tutur MS.

Telaahan pelecehan seksual dan perundungan yang menimpa MS langsung menjadi sorotan dalam kurang hari terakhir setelah sebuah surat terbuka yang menjelaskan kasusnya tersebar pada  introduksi September dan viral pada media sosial.

Kasus itu pun menjadi pemberitaan banyak media massa. Komnas HAM merespons dengan mengonfirmasi bahwa memang sudah ada aduan dari MS.

Selain tersebut, Pimpinan KPI  Pusat masa ini pun segera mengutarakan pernyataan bahwa mereka tak menoleransi setiap tindakan pelecehan seksual dan perundungan.

Komisioner KPI Tengah kemudian mendampingi MS mengadukan lima pegawai KPI yang melakukan dugaan pelecehan erotis ke Polres Metro Jakarta Pusat. Selain itu, kepala penyiaran ini juga melayani investigasi internal.

Hasilnya, KPI  Pusat pula telah menonaktifkan sementara para-para terduga pelaku perundungan & pelecehan tersebut.

Sementara kepolisian baru mulai menyelidiki urusan ini setelah MS untuk kesekian kali melapor. Setidaknya ada lima orang yang dilaporkan oleh MS di dalam kasus perundungan dan pelecehan seksual.

Pelecehan atau kekerasan seksual mampu terjadi di mana saja, baik tempat kerja, madrasah, rumah, atau ruang publik. Anda yang ingin melaporkan insiden tersebut atau menolong korban bisa menghubungi lembaga-lembaga berikut: – Komnas Perempuan (021-3903963/komnasperempuan. go. id), berantakan Lembaga Bantuan Hukum Tertib (021-87797289/[email protected]/Twitter: @lbhapik), – Koalisi Perempuan Nusantara (021-7918-3221 /021-7918-3444/koalisiperempuan. or. id), – Bantuan psikologis untuk korban ke Yayasan Sembuh (021-788-42-580/yayasanpulih. org).

(iam/kid)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.