Tabrak PSBB, Sopir Angkot di Medan Bersihkan Toilet Umum

Tabrak PSBB, Sopir Angkot di Medan Bersihkan Toilet Umum

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah Tanah air Padang menerapkan sanksi bagi sopir angkutan kota ( angkot ) yang melanggar Pembatasan Sosial Berskala Gembung ( PSBB ) mulai Selasa (19/5) hingga PSBB berakhir di Sumatera Barat, 29 Mei. Pemberlakuan balasan tersebut berlandaskan Peraturan Wali Tanah air Padang Nomor 40 Tahun 2020 Pasal 16.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri, menjelaskan bahwa sanksi tersebut dikenakan bagi sopir angkot yang menyalahi PSBB di Pasar Raya Medan. Ada tiga poin yang tidak boleh dilanggar sopir angkot, yakni memakai masker, mengisi penumpang suntuk 50 persen, dan mewajibkan pengikut menjaga jarak tempat duduk.  
“Untuk mengawasi sopir yang melanggar tiga poin itu, awak mendirikan tiga posko pemeriksaan dalam Pasar Raya Padang, ” logat Dian kepada  CNNIndonesia. com .

Sopir yang melanggar, kata Dian, akan dijatuhkan sanksi kerja sosial, seperti menyapu sampah di jalan, toilet, sarana umum.

“Ketika melakukan kerja sosial, mereka diwajibkan memakai rompi kantong kresek bertuliskan ‘pelanggar PSBB’ di bagian tumpuan rompi dan diawasi petugas Satpol PP. Kalau tak mau kegiatan sosial, mereka harus membayar denda minimal Rp100 ribu, ” katanya.
Sejak peraturan itu diberlakukan mulai Selasa (19/5) dari 09. 00 WIB, kata Dian, sudah belasan sopir angkot yang kena sanksi. Mereka memilih sanksi sosial, seperti membersihkan sampah. Menurut Dian, para sopir tak bisa memburu dari sanksi itu karena pihaknya telah memberitahukan mereka sejak 3 hari yang lalu melalui tulisan edaran.

“Mereka tampak bercumbu-cumbu saja melakukan kerja sosial. Mudah-mudahan mereka ikhlas melakukannya dan tidak melanggar PSBB lagi karena itu untuk kebaikan mereka, ” sekapur dia, “Kami melarang kursi pada samping sopir diisi penumpang karena bisa saja mereka mengangkut pengikut yang positif Covid-19. ”

Dian menjelaskan bahwa perlindungan PSBB yang ditugaskan kepada Jawatan Perhubungan Kota Padang tidak hanya terhadap sopir angkot, tetapi serupa untuk sopir angkutan barang serta sopir truk. Namun, pihaknya menyegerakan pemberlakuan sanksi terhadap sopir angkot karena kasihan. Ia mengatakan kalau sopir angkot rentan tertular Covid-19 karena berinteraksi dengan banyak pengikut.

“Kami belum menerapkan sanksi kepada sopir angkutan barang dan sopir truk karena kenistaan personil untuk mengawasi mereka. Sekalipun begitu, sebenarnya mereka wajib mematuhi masker, ” ucapnya.

Dian menambahkan bahwa pihaknya menumpukkan pengawasan PSBB di Pasar Raya Padang terhadap sopir angkot sebab pasar tersebut merupakan klaster terbesar penyebaran Covid-19 di kota tersebut. Dengan melakukan itu, Dinas Relasi Kota Padang ingin membantu membinasakan penyebaran Covid-19.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, terdapat 270 urusan positif Covid-19 di Padang sejak 419 kasus di provinsi tersebut.

(adb/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.