Suntikan Kampung Tiap Hari, PDIP Tunggal Pasrah di Pilkada

Suntikan Kampung Tiap Hari, PDIP Tunggal Pasrah di Pilkada

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP  Solo , FX Hadi Rudyatmo angkat tangan bila Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) tetap dilaksanakan Desember 2020. Rudy beralasan sumber daya partai tak akan mampu menyukseskan calon besar daerah dari partai tersebut.

“Sebagai Ketua DPC saya nggak sanggup melaksanakan, ” ujarnya di dalam Kamis (7/5).

Rudy melahirkan saat ini DPC PDIP Tunggal terlibat langsung dalam menangani epidemi Covid-19 di Kota Solo. Kader partai ditugaskan melakukan penyemprotan berkala di kampung-kampung setiap hari.



Hal ini secara tidak tepat menguras energi kader. Ia tidak yakin mesin partai akan berjalan efektif setelah tenaga terkuras untuk membantu penanganan corona.

“Ibaratnya kita mau bernapas aja sedang susah sudah harus ngurus Pilkada, ” katanya.

Kontribusi partai itu disebut Rudy menguras kas partai. Selain upaya mencegah penyebaran penyakit, kas partai selalu digunakan untuk memberi santunan bagi kader yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19.

“Biaya partai sudah habis untuk ngurusi corona juga kenapa . Kita penyemprotan saja di setiap hari jam 3 sore. Belum lagi memperhatikan kader-kader yang tak bisa makan. Partai suka tidak suka tetap harus keluar beban. Nggak mungkin tidak, ” kata pendahuluan pria yang menjabat sebagai Pemangku Kota Solo itu.

Ia juga tak yakin penyaluran corona di tanah air bakal sepenuhnya terkendali sampai Desember kelak. Apalagi peningkatan kasus positif di setiap hari masih cukup tinggi had saat ini, terutama di daerah-daerah.

Menurut bukti terakhir dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, 350 kabupaten praja di 34 provinsi telah terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Sebelumnya, Rudy mengusulkan agar pelaksanaan Pilkada 2020 ditunda hingga 2024. Dia yakin pada saat itu wabah covid-19 telah tuntas dan kondisi ekonomi di negara mulai membaik. Meski demikian, Rudy mengaku pasrah dengan keputusan pemerintah pusat.

“Kalau Desember ya silakan sekadar. Sebagai wali kota tentu saya tetap harus melaksanakan. Tapi sebagai ketua DPC saya nggak mampu, ” katanya.

Saat ini, PDIP Solo mengantongi dua nama calon kuat untuk menjadi kontestan Pilkada Kota Solo 2020 yaitu calon petahana, Achmad Purnomo dan Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Keduanya masih menunggu surat rekomendasi dari Kepala Umum PDIP, Megawati Soekarno Ananda.

Purnomo mengaku hendak mengundurkan diri jika Pilkada 2020 dilaksanakan Desember mendatang. Menurutnya, berkampanye di saat masyarakat berjuang melawan corona dan dampak ekonomi dengan terjadi tak selaras dengan dasar kemanusiaan.

“Saya nggak sampai hati. Walaupun nggak manuver saya tetap nggak sampai besar, ” katanya.

Dia mengaku telah menulis surat pengunduran diri pada 5 Mei lalu. Hanya saja surat itu belum diserahkan ke DPC PDIP karena ia belum mendapat jadwal resmi dari KPU.

“Surat sudah saya buat. Tapi kami tetap menunggu jadwal dari KPU. Ya semoga saja diizinkan [mundur], ” katanya.

Terisolasi, Gibran mengatakan siap mengikuti apapun keputusan pemerintah pusat. Pengusaha muda itu yakin pemerintah menetapkan tanggal pelaksanaan Pilkada 2020 melalui petunjuk matang.

“Kita ikuti selalu yang diputuskan. Kondisi wabah serupa ini pasti apa yang diputuskan sudah melalui banyak pertimbangan, ” katanya. (syd/jal)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.