Startup RI Bidang Kemasan Raih Pendanaan Seri A Kala Covid-19

Startup RI Bidang Kemasan Raih Pendanaan Seri A Kala Covid-19

Jakarta, CNN Indonesia —

Di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang masih belum menentu, perusahaan rintisan atau Startup lokal spesialisasi produksi packaging dan kemasan, Tjetak justru mengumumkan pendanaan baru seri A yang dipimpin oleh Vertex Ventures.

Co-founder Tjetak, Anggara Pranaspati mengatakan kucuran dana investasi ini membantu Tjetak melayani semakin banyak pelaku usaha dengan menyediakan kemasan custom untuk berbagai jenis bisnis.

“Investasi ini untuk tiga hal utama, yaitu ekspansi wilayah operasional dan penguatan SDM, pengembangan fitur-fitur baru, serta peningkatan kapasitas lab dan fasilitas packaging,” kata Anggara lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (24/8).


Angga menyatakan bahwa putaran pendanaan ini ditutup di saat yang tepat, terutama karena banyak di kalangan masyarakat Indonesia yang memulai bisnis UMKM dan perusahaan yang mengalami peningkatan penjualan berbasis online sejak pandemi Covid-19.

“Hal ini tentunya mendorong dunia usaha untuk memiliki kemasan yang baik sebagai cara meningkatkan brand value di mata pelanggan. Menurut data dari Tokopedia, jumlah penjual yang bergabung dalam platform e-commerce mengalami kenaikan hingga 250 persen,” kata Anggara.

Menurut Anggara, semua bisnis dengan total nilai industri hingga Rp87 triliun ini tentu membutuhkan kemasan yang didesain secara profesional untuk meningkatkan brand value. Oleh karena itu, Tjetak yang didirikan alumni Universitas Indonesia (UI) sejak 2008 itu akan bisa melayani lebih banyak perusahaan di Tanah Air.

“Kami melihat bahwa industri kemasan memiliki beberapa pain points, misalnya proses untuk mendapatkan harga membutuhkan waktu yang lama serta spesifikasi rumit,” kata Anggara.

“Selain itu, proses desain kemasan yang tidak tepat juga dapat menimbulkan kerugian, baik secara harga maupun produk. Terakhir, proses produksi kemasan tidak berjalan transparan sehingga dapat mengganggu waktu produksi yang sangat vital bagi semua pelaku bisnis,” tambahnya.

Tjetak mengklaim menawarkan kombinasi kecanggihan teknologi dan keahlian dalam kemasan. Misalnya, dalam proses permintaan harga, terdapat teknologi Tjetak Pricing Engine yang diklaim dapat mengkalkulasi harga hingga 70 persen lebih cepat dibandingkan prosedur konvensional.

Untuk memberikan transparansi yang lebih baik, klien dapat melakukan tracking produk mereka. Mereka bisa mengetahui tahapan-tahapan pengerjaan yang sedang berlangsung saat ini dan mendapatkan update secara berkala mengenai estimasi waktu produksi.

“Selama ini, industri kemasan sangat terfragmentasi dan kurang transparan,” klaim Anggara.

Selama pandemi corona, ada beberapa startup lokal mendapatkan suntikan dana dari investor. Salah satunya, startup ritel Kopi Kenangan, telah mengumpulkan pendanaan Seri B senilai US$109 juta.

Investor baru pada pendanaan ini termasuk B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, Sofina, serta investor pendanaan awal Kopi Kenangan yang kembali ikut serta dalam pendanaan seri B, Alpha JWC.

Selain itu, ada Accion Venture Lab, inisiatif dari Accion khusus untuk pendanaan seed-stage (tahap awal) startup finansial teknologi inklusif, mengumumkan telah mendanai Pintek, perusahaan finansial teknologi peer-to-peer lending di Indonesia yang berfokus pada akses pembiayaan untuk siswa dan institusi pendidikan, guna meningkatkan akses pendidikan dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tak hanya itu, Gojek mengumumkan Facebook dan PayPal resmi menjadi investor di dalam penggalangan dana perseroan. Di penggalangan dana putaran yang sama, Google dan Tencent kembali menambah investasi setelah kedua perusahaan itu menanamkan investasi di Gojek pada penggalangan dana putaran sebelumnya.

(dal)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.