Singapura Larang Kedatangan dari Inggris dan NSW

Singapura Larang Kedatangan dari Inggris dan NSW

Jakarta, CNN Nusantara —

Singapura   berangkat 24 Desember melarang kedatangan secara riwayat melakukan perjalanan ke New South Wales, Australia di dalam 14 hari terakhir. Larangan sewarna juga tersebut berlaku bagi pemegang izin tinggal jangka panjang serta permanen yang baru mengunjungi Inggris dalam 14 hari terakhir.

Kementerian Kesehatan dalam konvensi pers, Selasa (22/12) mengatakan petunjuk tersebut berlaku bagi turis ganjil yang hendak mendarat atau sekedar transit di Singapura.

Larangan terbaru ini akan benar mulai Rabu (23/12) pukul 23. 59 waktu setempat.


Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa satuan tugas multi-kementerian membatalkan untuk mengeluarkan larangan ini demi memerangi penyebaran virus corona yang baru-baru ini bermutasi di Inggris dan kemunculan kembali klaster Covid-19 di NSW.

“Sementara batasan telah disarankan untuk [kasus] dengan lebih menular, saat ini tidak ada cukup bukti untuk memasang apakan mutasi ini terkait dengan perubahan dalam keparahan penyakit, respons antibodi atau kemanjuran vaksin, ” tulis Kemenkes Singapura seperti mengutip Strait Times.

“Aspek-aspek ini [mutasi virus] pantas diselidiki oleh otoritas Inggris. Kemenkes akan mengevaluasi data yang menyembul dan meninjau langkah-langkah perbatasan ana yang sesuai. ”

Khusus bagi warga Singapura serta penduduk tetap yang baru kembali dari Inggris akan diminta buat melakukan tes PCR dan isolasi mandiri selama 14 hari.

Sedangkan bagi warga Singapura, pemilik izin tinggal jangka panjang yang memiliki riwayat mengunjungi NSW dalam dua pekan terakhir akan diminta melakukan isolasi mandiri selama tujuh hari.

Pemerintah negara bagian NSW, Australia pada Selasa telah membaca kasus infeksi mutasi virus corona dari dua orang yang pertama kembali dari Inggris. Setelah diteliti lebih lanjut, keduanya kemudian dinyatakan positif Covid-19.

Virus corona yang bermutasi ditemukan dalam Inggris disebut 70 persen lebih cepat menular. Akibat temuan itu, sejumlah negara memutuskan untuk menutup sementara semua penerbangan dari & menuju Inggris.

Negeri Inggris juga menetapkan status waspada 4 di London dan melegalkan lockdown jelang libur Natal dan Tahun Baru.

(Strait Times/evn)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.