Puskesmas Tentukan Pasien Covid Masuk RS atau Hotel Isolasi

Puskesmas Tentukan Pasien Covid Masuk RS atau Hotel Isolasi

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Departemen Kesehatan Rita Rogayah mengatakan penentuan pasien konfirmasi positif Covid-19 ke panti sakit (RS) atau hotel isolasi mandiri berdasarkan rujukan dari sarana kesehatan (faskes) atau puskesmas .

Hal ini berbeda dari pasien yang ada keluhan ataupun bergejala, yang langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Kalau di hotel isolasi mandiri buat yang terkonfirmasi tanpa gejala, ” ujar Rita dalam talkshow ‘Update Wisma Atlet: Ketersediaan Fasilitas Isolasi Mandiri dan Perkembangan RS Rujukan di 11 Provinsi Prioritas’ dikutip dari laman resmi #SatgasCovid19 , Selasa (13/10).


Rita menegaskan bahwa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalankan perawatan di rumah sakit rujukan atau hotel isolasi mandiri tidak dikenakan biaya alias gratis. Seluruh imbalan perawatan dari rumah sakit ataupun hotel ditanggung oleh pemerintah.

“Jadi masyarakat tidak dibebani. Semuanya ditanggung pemerintah. Kalau seandainya masuk rumah sakit hingga ICU semua biaya adalah tanggung pikiran pemerintah, ” ujarnya.

Menurut Rita, persentase ketersediaan ruang isolasi mandiri masih berkisar 40-50 persen. Artinya, rasio penggunaan tempat tidur di ruang isolasi mandiri masih mencukupi.

Sebab karena itu, lanjutnya, masyarakat yang mengalami gejala mirip Covid-19 tak perlu ragu untuk memeriksakan muncul ke faskes atau puskesmas.

“Mudah-mudahan tidak bertambah kasusnya. Tetapi kami sudah menyiapkan vila sakit rujukan dari SK Kemenkes dan SK Gubernur, ” katanya.

Pasien Sembuh Meningkat

Di sisi lain, Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Tugas Ratmono mengatakan level kesembuhan pasien Covid-19 selalu menyusun per harinya hingga 83 upah.

Tingkat kesembuhan itu antara lain dipengaruhi pelayanan atau tata laksana di RS Genting Covid-19 pasien sesuai peraturan Kemenkes dan dilakukan para dokter pandai penyakit paru.

Selain itu, kata Tugas, ada pula faktor obat-obatan dan psikologis pasien yang berupaya selalu merasakan nyaman.

“Kami selalu menganjurkan laporan ketersediaan obat. Obat dengan stoknya kurang diajukan ke Kemenkes guna menyiapkan obat-obatan, ” perkataan Tugas.

Sebagai keterangan, pemerintah melalui Surat Keputusan Departemen Kesehatan menyediakan sebanyak 132 RS Rujukan Covid-19 dengan 35 ribu tempat tidur.

Tatkala dari SK Gubernur atau Kabupaten/Kota tersedia 771 ruang isolasi sendiri, sehingga secara keseluruhan terdapat 51. 202 tempat tidur isolasi.

(ang/fef)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.