Polri Sebut Teroris Taufik Bulaga Substansi Berharga JI

Polri Sebut Teroris Taufik Bulaga Substansi Berharga JI

Jakarta, CNN Indonesia —

Kepolisian RI   menyebut bahwa tersangka peristiwa terorisme yang ditangkap tim Densus 88 di Lampung, Taufik Bulaga   alias Upik Lawanga, merupakan aset berharga kelompok Jamaah Islamiyah ( JI ).

“Upik Lawanga merupakan aset paling berharga Jamaah Islamiyah atau JI sebab UL merupakan penerus dari Dr Azhari sehingga yang bersangkutan disembunyikan oleh kelompok JI dan mencatat tempat, ” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Aur Setiyono, di Mabes Polri, Senin (30/11).

Awi mengucapkan bahwa kelompok JI memiliki utama bidang yang disebutTholiah. Bidang itu mengurus pengamanan orang dan aset dari kelompok JI.


Upik dibantu kabur dari Poso pada 2017 menggunakan jalur Makassar, Surabaya, Solo, serta akhirnya menetap di Lampung. Densus 88, kata Awi, telah meneropong anggota JI lainnya yang turut menyembunyikan Upik selama menjadi DPO.

Dari penyelidikan Densus 88, Upik bersama Icang pedengan Tengku sempat mengikuti pelatihan tentara yang dipimpin oleh Abu Tholud, Herlambang, Hasanudin, dan Dr. Agus. Kala itu, Ipuk dibaiat oleh Dr. Agus Purwantoro yang tergabung dalam JI Jawa Timur.

Upik dan Icang kemudian pernah diutus ke Jawa sebab JI Wakalah Poso pimpinan Hasanudin untuk mempelajari ilmu pembuatan peledak berdaya ledak tinggi dari kelompok Dr. Azhari.

“Sehingga UL saat ini merupakan penerus dari Dr. Azhari, ” ucap Awi.

Setelah memiliki kemampuan merakit bom dan keterampilan militer, JI Wakalah Poso di bawah kendali JI Markaziyah mulai melakukan aksi amaliyah di Sulawesi Tengah.

Aksi teror yang terjadi dalam 2004 antara lain pembunuhan Helmi Tembiling yang merupakan istri anggota TNI AD di Sulteng, penembakan dan Pengeboman Gereja Anugrah, peledak Gor Poso, serta bom Pasar Sentral.

Di tarikh 2005, ada bom Pasar Tentena, bom Pura Landangan, serta peledak Pasar Maesa. Di tahun 2006, aksi teror yang dilakukan antara lain bom Termos Nasi Tengkura, bom Senter Kawua, dan penembakan sopir angkot Mandale.

“Tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh UL selama berada pada Poso telah mengakibatkan 27 orang saudara-saudara kita meninggal dunia dan 92 orang mengalami luka-luka, ” tutur Awi.

Awi kemudian menerangkan bahwa pada 2007, JI menugaskan Upik untuk mempersiapkan dan membuat persenjataan serta bom. Upik juga ditugaskan membuat bungker sebagai tempat penyimpanannya.

Menurut Awi, bungker penyimpanan produksi senjata dan 1 peledak itu berada di Poso, Klaten, serta Lampung.

“Bungker yang kami temukan terpaut dengan kasus Upik Lawanga itu digunakan untuk membuat dan membenahi persenjataan maupun bahan peledak, ” ujar Awi.

Buat mendukung tugas itu, JI menyiapkan sarana dan prasarana berupa perbengkelan, mesin bubut, serta peralatan-peralatan. Selama persiapan itu, Upik sendiri diamankan oleh JI ke wilayah Terkatung-katung.

(has/has)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.