Polisi Pembunuh George Floyd Divonis 22, 5 Tahun Kurungan

Jakarta, CNN Indonesia —

Mantan perwira polisi Minneapolis Belok Chauvin   dijatuhi hukuman 22, 5 tahun penjara karena terbukti membunuh George Floyd . Aksi pembunuhan terhadap warga kulit hitam Amerika Serikat (AS) itu dilakukan di Jalan Minneapolis tahun awut-awutan.

Mengutip CNN, Sabtu (26/6), Chauvin dalam setelan kemeja abu-abu muda dengan dasi berbicara singkat sebelum pengadilan menjatuhkan balasan kepadanya. Ia menyampaikan turut berduka cita kepada suku Floyd.

Di bawah hukum Minnesota, Chauvin harus menjalani dua pertiga dari hukumannya atau 15 tahun. Lalu, ia akan memenuhi syarat untuk pembebasan yang diawasi selama tujuh setengah tahun yang tersisa.


Aniaya itu melebihi pedoman hukuman Minnesota dari 10 tarikh dan delapan bulan had 15 tahun untuk pidana tersebut. Kematian Floyd diketahui memicu protes besar-besaran pada seluruh negeri atas kekurangajaran polisi.

Hakim Peter Cahill mengatakan azab itu tak didasarkan pada emosi atau opini publik. Ia sendiri mengakui mengalami sakit yang mendalam serta luar biasa yang dirasakan semua keluarga, terutama anak Floyd.

Dalam memorandum setebal 22 halaman, Cahill menulis bahwa dua faktor dengan memberatkan hukuman Chauvin merupakan menyalahgunakan otoritasnya dan memandang Floyd dengan kekejaman tertentu.

Cahill membuktikan Chauvin memperlakukan Floyd minus rasa hormat dan menentang martabat yang dimiliki seluruh orang. Menurut Cahill, Chauvin bersikap acuh tak hisab terhadap permohonan Floyd untuk hidup ketika tahu dirinya akan meninggal.

“Pengekangan berkepanjangan Chauvin terhadap Floyd juga jauh lebih lama dan lebih sengit daripada skenario tipikal di dalam kasus pembunuhan tingkat dua atau tiga atau pembunuhan tingkat dua, ” tulis hakim dalam memorandum tersebut.

Diketahui, Chauvin sudah divonis bersalah dalam April 2021 lalu sebab terbukti membunuh Floyd.. Dia dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat dua yang tak disengaja, pembunuhan tingkat 3, dan pembunuhan tingkat dua atas perannya dalam janji Floyd.

Sebanyak masyarakat menyaksikan sidang moralitas Floyd di persimpangan Chicago Avenue dan 38th Street Minneapolis tempat Floyd mengeluarkan nafas terakhirnya. Di asing pengadilan, pendukung Floyd melahirkan emosi yang campur aduk tentang hukuman penjara.

Adik Floyd bernama Bridgett mengatakan bahwa hukuman kepada Chauvin membuktikan bahwa masalah kebrutalan polisi akhirnya ditanggapi dengan mendalam.

“Namun, ustaz kami masih panjang serta banyak perubahan yang harus dilakukan sebelum orang indra peraba hitam dan coklat keputusannya merasa diperlakukan adil & manusiawi oleh penegak kaidah di negara ini, ” kata Bridgett.

Pengacara keluarga Floyd bertanda Ben Crump mengatakan balasan bagi Chauvin merupakan situasi yang bersejarah. Hal tersebut membawa keluarga dan negeri satu langkah lebih dekat menuju penyembuhan dengan memberikan pertanggungjawaban.

“Dengan hukuman Chauvin, kami menjemput langkah maju yang istimewa. Sesuatu yang tak terbayangkan beberapa waktu lalu, ” katanya.

Tatkala, Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison berharap momen ini akan membuat perubahan baik dan menggerakkan seluruh pihak untuk berlaku lebih sepatutnya.

“Hari tersebut juga merupakan momen penting bagi negara kita. Buatan dari kasus ini benar penting. Tetapi dengan sendirinya, itu tidak cukup, ” ujar Ellison.

Namun, pengacara pembela Chauvin, Erick Nelson menolak buat berkomentar atas hukuman yang dijatuhkan kepada kliennya.

(aud/DAL)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.