Polda Jatim Pastikan Usut Dugaan Kekerasaan ke Jurnalis Tempo

Jakarta, CNN Indonesia —

Polda Jatim   menyungguhkan bakal mengusut kasus sangkaan penganiayaan yang menimpa Jurnalis Waktu , Nurhadi, pada Surabaya.

Situasi itu diungkapkan oleh Kapolda Jawa Timur, Kombes Penuh Gatot Repli Handoko. Masukan Hadi pun, kata dia telah diterima pihaknya.

“Benar. Pada keadaan ini teman-teman dari Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) mengadukan ke SPKT Polda Jatim terkait adanya kejadian dugaan penganiayaan terhadap salah satu awak media, ” logat Gatot, Minggu (28/3).


Usai keterangan diterima SPKT, Hadi lalu langsung menjalani proses pemeriksaan. Ia dimintai keterangan depan perihal dugaan penganiayaan yang dialaminya.

“Dilakukan proses penyeliaan diharapkan bisa ditindaklanjuti prosesnya. Dari hasil SPKT tadi dibuat laporan polisinya buat ditindaklanjuti, ” ujar dia.

Dugaan penganiayaan ini terjadi saat Jurnalis Tempo, Nurhadi (31), menyelenggarakan reportase keberadaan Direktur Penjagaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji terkait urusan suap pajak yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan kronologi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya yang didapatkan CNNIndonesia. com, Minggu (28/3), peristiwa itu bermula masa Nurhadi tiba di Gedung Samudra Bumimoro, Krembangan, Surabaya.

Di kedudukan tersebut ternyata sedang berlaku resepsi pernikahan antara bujang Angin Prayitno Aji serta anak Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim.

Saat ia memotret keberadaan Angin, seorang panitia acara malah memotret Hadi. Masa hendak keluar dari ruangan itu, ia dihentikan oleh beberapa orang panitia dan ditanya identitas dan seruan mengikuti acara.

Hadi lantas dibawa ke belakang gedung, dengan jalan didorong oleh seseorang pengapit Angin Prayitno Aji. Semasa proses tersebut korban merasai perampasan ponsel, kekerasan verbal, fisik dan ancaman pembunuhan.

Ia diinterogasi oleh beberapa orang yang mengaku sebagai polisi & beberapa orang lain dengan diduga sebagai oknum bagian TNI, serta ajudan Jalan Prayitno Aji.

Sepanjang jalan interogasi tersebut, korban kembali mengalami tindakan kekerasan, pemukulan, tendang, hingga ancaman pembunuhan

Hadi juga dipaksa untuk menerima uang Rp600 ribu sebagai bangun perampasan dan pengrusakan kendaraan liputan milik korban. Oleh korban uang itu ditolaknya, namun pelaku bersikeras, makin memaksa Hadi berpose memegang uang itu dan kemudian pelaku memotretnya. Belakangan, uang tersebut dikembalikan secara sembunyi-sembunyi di mobil pelaku.

Hadi juga dibawa ke Hotel Arcadia dalam bilangan Krembangan Selatan, Surabaya. Di hotel tersebut objek disekap selama dua jam lamanya, dia diinterogasi sebab dua orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian.

Laporan ini tunggal telah diterima SPKT dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/176/III/RES. 1. 6/2021/UM/SPKT Polda Jatim. Dengan terlapor bernama Purwanto, yang diduga adalah anggota Polda Jatim.  

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.