Perbincangan Alumni UII Akan Pidanakan Peneror Guru Besar FH UII

Perbincangan Alumni UII Akan Pidanakan Peneror Guru Besar FH UII

Yogyakarta, CNN Indonesia — Para pengacara yang tergabung dalam Konvensi Advokat Alumni (FAA) Universitas Islam Indonesia ( UII ) Yogyakarta akan membawa kasus teror terhadap Guru Besar Hukum Tata Negara, Ni’matul Huda ke ranah hukum.

Koordinator FAA UII Yogyakarta, Aprillia Supaliyanto mengaku sedang mematangkan anju dengan mengumpulkan berbagai alat bukti sebagai laporan yang akan disampaikan ke Polda DIY.

April menyebut, pihaknya akan melaporkan subyek-subyek yang sadah jelas identitasnya dengan diduga sebagai pelaku pemfitnahan maupun tindakan intimidasi dalam bentuk lainnya. Termasuk, subyek yang melakukan teror pengancaman melalui aplikasi pesan whatsapp, meskipun belum jelas identitasnya.  
“Perbuatan itu akan saya laporkan. Soal siapa pelakunya, tersebut menjadi tugas polisi untuk menyelami dan menemukannya, ” jelas April kepada CNNIndonesia. com , Minggu (31/5).

Sedangkan pelaporannya, kata dia, mau mengacu pada pasal-pasal dalam KUHP dan UU ITE.

April mengatakan FAA tergerak buat melaporkan perbuatan tak menyenangkan kepada Guru Besar Hukum Tata Negeri FH UII, Ni’matul Huda sebab persoalan itu serius menyangkut keturunan ini. Khususnya terkait dengan pencederaan nilai-nilai demokrasi, kebebasan akademik, & pembunuhan kehidupan kampus yang mengancam pengembangan keilmuan.

“Lebih dari itu, jika kejadian itu dibiarkan, maka akan menjadi perseden sangat buruk dalam kehidupan   berbangsa dan bernegara, ” perkataan sosok yang juga menjabat Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

April mengutarakan sebenarnya kasus teror yang menimpa panitia, pembicara, moderator, dan suku mereka merupakan delik biasa, sehingga aparat penegak hukum tetap sanggup mengusut kasus tersebut walau tidak ada laporan polisi. Di tepi itu, kata dia, siapa biar bisa melaporkan kasus itu ke pihak berwajib, termasuk FAA UII Yogyakarta.

Pihaknya mengklaim ada sekitar 150 Advokat dengan tergabung dalam FAA UII Yogyakarta yang siap untuk membuat Petunjuk tersebut.  

“Kami juga didukung oleh lebih dibanding seribu Advokat Alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, melalui sarana Zoom dan lain-lain, ” tegasnya.

Ke depan, kata April, FAA UII akan bersinergi dengan LKBH UII Yogyakarta dalam berjalan untuk kepentingan hukum dan keadilan dalam perkara ini.

Sebelumnya, Dekan FH UII Yogyakarta, Abdul Jamil pada 30 Mei 2020 juga sempat menyampaikan bahwa sivitas akademika UII melalui LKBH pula akan menempuh jalur hukum buat menindaklanjuti kasus yang menimpa Profesor Ni’ma.

Di asing pihak, Kepala Divisi Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba juga menilai, ancaman pembunuhan kepada pihak-pihak yang akan terlibat di diskusi tersebut merupakan sesuatu yang serius.  

“Kami menganggap mudah bagi kepolisian di dalam hal ini Polda DIY buat mengungkap motif ancaman pembunuhan, menangkap dalang, dan pelaku ancaman pembunuhan. Dengan catatan, polisi serius menuntaskan kasus ini, ” ucap Bahar dalam pernyataannya tertulisnya, Minggu (31/5)

Terlebih, imbuh Bahar, pihak kepolisian sudah sangat cakap, dan memiliki alat canggih buat mengungkap sebuah kasus, sebagaimana dengan digunakan untuk ungkap kasus narkona dan terorisme.

“JPW mendukung para korban ancaman pembunuhan untuk segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Siapa biar yang terlibat kasus ini harus diproses hukum secara adil serta transparan, ” kata Bahar.

Bahar mendorong agar Lembaga Pelestarian Saksi Korban (LPSK) juga lekas memberikan perlungan terhadap korban, tanpa harus diminta.  

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas (Kabid) Humas Polda DIY, Kombes Pol. Yuliyanto juga mempersilakan pihak-pihak yang merasakan dirugikan atas kasus tersebut untuk melapor ke kepolisian terdekat.

Di samping juga mau melakukan pengusutan atas kasus teror yang menyebabkan Diskusi Daring mengenai Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan dengan digagas mahasiswa Social Law Society FH UGM dibatalkann pada 29 Mei. 2020 lalu. (tri/kid)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.