Pemulihan Mutilasi Kalimalang, Pelaku Jual Mesin Korban

Pemulihan Mutilasi Kalimalang, Pelaku Jual Mesin Korban

Jakarta, CNN Nusantara —

Subdit Resmob Ditreskrimum  Polda Metro Jaya menerapkan rekonstruksi kasus  pembunuhan disertai  mutilasi terhadap korban DS, Rabu (16/12) hari ini. Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Hebat, AKP Herman Edco Simbolan mengucapkan ada 35 adegan yang dikerjakan di empat TKP berbeda.

“Rekonstruksi berlangsung lancar sebanyak 35 adegan di empat TKP berbeda, ” kata Herman pada wartawan, Rabu (16/12).

Dalam rekonstruksi ini, tersangka berinisial A turut dihadirkan. Namun, selama proses rekonstruksi tersangka digantikan oleh pemeran pengganti lantaran masih pada bawah umur.


Disampaikan Herman, seluruh fragmen dalam proses rekonstruksi itu tidak ada yang dibantah oleh tersangka.

“Tidak ada (adegan yang dibantah). Semua sesuai pengesahan pelaku, ” ucap Herman

Proses rekonstruksi ini, diawali saat tersangka dan korban tiba di rumah tersangka yang beralamat di daerah Jakasampurna, Kota Bekasi pada Minggu (6/12).

Saat itu, keduanya tiba memakai sepeda motor milik korban. Setelahnya, mereka sempat berbincang di kawasan tamu di rumah tersangka.

Tersangka A sempat meminta izin kepada korban untuk pergi ke warnet. Tetapi, dilarang oleh korban dengan dalih bisa menyebabkan sakit mata.

Tak berselang lama, objek kemudian tertidur. Tersangka sempat bermain handphone milik korban dan kesimpulannya ikut tertidur.

“Pukul 01. 15, tersangka terbangun sebab merasa kaget dengan posisi celana panjang training tersangka sudah di bawah lutut dan korban telah berada di belakang tubuh simpulan, ” tutur Herman saat pemulihan.

Setelahnya, korban menganjurkan tersangka untuk melakukan perbuatan seks menyimpang. Tersangka sempat menolak tetapi diancam oleh korban dan selalu diimingi-imingi uang.

Usai melakukan perbuatan syahwat menyimpang, korban tertidur. Sementara simpulan pergi ke kamar mandi buat membersihkan badan.

Kira-kira pukul 02. 30 WIB, tersangka keluar dari kamar  mandi & mengambil golok yang tersimpan di dapur. Tersangka kemudian menusuk objek di bagian perut, mulut, leher, mata hingga dada.

Tersangka kemudian bermain handphone usai melakukan aksinya. Tersangka melihat jasad korban dan memikirkan bagaimana jalan menyembunyikannya.

“Tubuh korban apabila diangkat mengandung, sehingga tersangka berinisiatif memotong awak korban, ” ucap Herman.

Tersangka A lantas menjemput golok dan mulai memutilasi korban. Tubuh korban kemudian dipotong menjelma empat bagian, yakni badan, kepala, tangan kiri, dan kedua bermalas-malasan.

Setelah melakukan aksinya, tersangka mengambil uang tunai sejumlah Rp100 ribu dari dompet target dan membeli kantong kresek hitam di warung.

Kantong kresek itu digunakan oleh simpulan untuk membungkus tubuh korban dengan telah dimutilasi sebelumnya. Setelah dibungkus, tersangka membuang potongan tubuh itu ke empat lokasi berbeda yang tak jauh dari rumahnya.

Dalam rekonstruksi terungkap, tersangka sempat membersihkan pembawaan korban yang ada di tempat tamu menggunakan kain dan sabun. Namun, karena dirasa kurang suci, tersangka lalu membeli cairan pembersih lantai dan piloks ke lepau.

“Tersangka A sebab masih melihat bekas bercak pembawaan, lalu menutupi bercak darah dalam ubin dan dinding dengan piloks warna silver, ” ujar Herman.

Setelah seluruh rangkaian aksi kejamnya selesai, tersangka lantas menjual motor milik korban. Uang hasil penjualan itu kemudian dimanfaatkan oleh tersangka.

Di dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dan atau Pencetus 338 KUHP dan atau Urusan 365 KUHP.

Tetapi, lantaran tersangka masih di kolong umur, maka proses hukumnya akan mengikuti sistem peradilan anak.

(dis/agt)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.