Pada Restoran, Kakek 80 Tahun Melepas Rindu Usai Terpisah PSBB

Pada Restoran, Kakek 80 Tahun Melepas Rindu Usai Terpisah PSBB

Jakarta, CNN Indonesia — Narto  (80) sibuk membenahi posisi kedok wajah berwarna putih dengan corak daun yang digunakannya. Sesekali, matanya sibuk mengamati sekeliling dari pojok ruangan.

Belum ada pengunjung lain di  restoran siap saji asal Amerika Serikat yang didatanginya bersama istri pada cepat itu. Yang ada, hanya seorang karyawan restoran yang tengah membersihkan meja makan pengunjung.

Maklum, waktu baru menunjukkan pukul 10. 15 WIB. Lazimnya, memang tidak banyak pengunjung dalam jeda waktu usai sarapan dan menuju makan siang.

Tak berapa lama, nada dering ponsel terdengar. Ada sebuah panggilan telepon masuk. “Bapak telah di A& W sama Ibu, ” ucap Narto tak lama setelah mengangkat telepon.

Rupanya, pria paruh baya itu pusat menanti kedatangan anak laki-laki dan menantunya. Mereka berjanji untuk saling bertemu di restoran yang terletak di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, tak jauh dari rumahnya.

“Kebetulan bujang lagi ke sini, menemui, sungguh kami makan di luar saja (di restoran), ” katanya memotong kisah kepada CNNIndonesia. com, Senin (8/6).

“Saya dan istri sudah susah masak, kami diminta makan di sini saja, ” sambungnya.

Pertemuan itu rupanya menjadi yang pertama di beberapa bulan terakhir bagi Narto dengan anak dan menantunya. Mereka sudah tidak saling bertemu sebab penerapan Pembatasan Sosial Berskala Gembung (PSBB) DKI Jakarta.

PSBB Jakarta mulai berlaku sejak tujuh April 2020 lalu. kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus corona di ibu kota. Lupa satu imbasnya, restoran hanya diperkenankan melayani pesan antar atau sasaran yang dibawa pulang.

Kini, masa transisi jelang susunan hidup baru ( new normal ) diterapkan. Kecendekiaan itu diikuti dengan pembukaan servis makan di tempat ( dine in ) untuk restoran.

Tetapi, kapasitas pengunjung hanya boleh kira-kira 50 persen dari kapasitas tempat restoran. Selain itu, karyawan serta pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan nasional, seperti memakai masker, menjaga kebersihan tangan, jaga jarak, dan lainnya.

“Kemarin-kemarin PSBB tidak bisa ketemu, sekarang ketemuan, makan di sini. Akan tetapi ya tetap pakai masker begini, duduk jauh-jauhan. ” ungkapnya.

Sayang, masa transisi PSBB belum bisa membuatnya bertemu secara tiga orang cucu yang dirindukannya. Hal ini tak lepas lantaran kehawatiran akan virus corona dengan masih mencetak kasus baru dari hari ke hari.

Laman resmi pemantauan corona hak Pemprov Jakarta mencatat jumlah peristiwa positif virus corona di Jakarta mencapai 8. 037 orang mematok Senin (8/6). Dari jumlah urusan positif, sebanyak 3. 205 orang dinyatakan sembuh dan 538 wafat dunia.

“Iya mereka nanti dulu, masih kecil-kecil, sedang khawatir (corona), ” katanya.

Ia pun berharap masa pertukaran ini bisa membuat masyarakat balik beraktivitas seperti sedia kala, termasuk bersilaturahmi dengan keluarga. Begitu juga aktivitas lain, meski harus langsung menggenakan masker.

Manager A& W Pondok Labu Menjalani mengatakan ketentuan makan di tempat dijalankan sesuai dengan arahan lantaran A& W pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia kendati mengaku mendapatkan arahan langsung lantaran kantor pusat terkait prosedur prasmanan di tempat bagi pengunjung.

“Baru selesai koordinasi cepat tadi, intinya per hari tersebut (Senin (8/6)) sudah boleh pengunjung untuk makan di tempat, asalkan jaga jarak sesuai formasi tempat duduk yang sudah kami siapkan, ” ungkap Titi.

Satu meja yang semula berkapasitas empat orang, kini hanya mampu diisi oleh dua orang. Pengelola juga menyimpan kursi yang tidak boleh diduduki agar pengunjung betul-betul sadar dengan ketentuan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

“Kalau kursinya tetap tersedia kan mungkin nanti bisa lengah, jadi langsung saja kami simpan dua kursi lain untuk mulia meja. Kecuali yang sofa, itu mau tidak mau begitu tamu datang, kami beritahu, sofanya saja boleh dua orang dari yang tadinya empat orang satu meja, ” jelasnya.

Tak kalah penting, setiap tamu yang berada di area restoran wajib mengenakan masker, kecuali saat ingin menyantap makanan. Selain tersebut, kondisi ruangan juga dipastikan bakal dijaga agar tidak terjadi akumulasi, khususnya di bagian antrean order.

(sfr)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.