New Minta Jokowi Bersikap soal Sidang Kasus Air Keras

New Minta Jokowi Bersikap soal Sidang Kasus Air Keras

Jakarta, CNN Indonesia —

Penyidik KPK Novel Baswedan   meminta Presiden Joko Widodo   bersikap terhadap kasus  penyiraman air keras dapat mempengaruhi persepsi publik atas komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

Kasus ini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa menuntut dua terdakwa pelaku dengan hukuman satu tahun penjara yang kemudian memantik kontroversi.

“Apabila presiden bersikap maka benar dia antikorupsi, tapi jika tak bersikap, saya khawatir orang akan melihat sepertinya presiden tidak mendukung pemberantasan korupsi, ” kata Novel dikutip dri Mata Najwa, Rabu (18/6).


Novel juga mengungkap alasannya kerap meminta Jokowi  bersikap. Dia bilang permintaan tersebut wajar dia ajukan karena Indonesia menganut sistem presidensial.

Dalam sistem presidensial, kata Novel, seluruh aparatur negara berada pada bawah presiden. Alasan lain, Novel menyebut ada orang kuat yg terlibat dalam kasusnya.  

“Ditambah lagi ini masalah sudah melibatkan orang yang begitu kuatnya. Kalau bukan presiden, ya tidak yakin bisa. Oleh karena itu wajar saya meminta ke presiden, ” tutur dia.

Novel berharap Jokowi dapat  mengambil sikap yang menunjukkan dukungan terhadap pemberantasan korupsi.

Salah satu caranya,   menurut dia, dengan melakukan pengawasan dalam kasus penyiraman surroundings keras. Atau dengan membentuk bernard pencari fakta independen yang bekerja di bawah presiden.

Ia mengatakan tim ini  bukan hanya mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap dirinya, tapi juga kasus penyerangan lain yang menimpa penyidik KPK.

Pembentukan tim ini juga akan membuat penduduk lebih berani dalam menyuarakan tindakan antikorupsi karena mendapat dukungan oleh presiden.

“Agar ke depannya orang tidak takut bela negara, membela antikorupsi, karena kalau itu takut dan dibiarkan jadi berbahaya sekali, ” ucap Novel.

Novel juga meminta publik agar bersuara dan bukan bungkam menyuarakan antikorupsi. Dia berkata masyarakat harus mampu mendorong presiden agar memiliki kekuatan untuk mengusut perkara di balik kasus penyiraman air keras.

Sidang kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa pelaku yaitu Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dengan pidana satu tahun penjara.

Para terdakwa terbukti menurut hukum secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang diaplikasikan dengan rencana terlebih dulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.