NasDem Cemas Amendemen UUD Bakal MPR Bisa Berhentikan Presiden

Jakarta, CNN Indonesia —

Ketua Fraksi Partai NasDem MPR RI Taufik Basari cemas upaya   amendemen UUD 1945 berpengaruh pada perubahan kewenangan MPR . Menurutnya, bisa sekadar MPR dikembalikan seperti zaman ketika punya wewenang memberhentikan presiden.

Tobas, sapaan akrabnya, menilai tersebut berpotensi terjadi jika MPR ingin memasukkan Poin-Poin Kebijakan Negara (PPHN) dalam UUD 1945 lewat amendemen. Kepala lantas menjadi mandataris MPR yang bisa diberhentikan.

“Apakah presiden balik menjadi mandataris MPR? Tersebut konsekuensi kait-berkait ketika kita memasukkan PPHN ke pada UUD 1945. Apakah kita butuh seperti itu ataupun tidak? ” ucap Tobas dalam diskusi daring, Rabu (1/9).


Anggota Bayaran III DPR RI tersebut tak percaya dengan penjelasan amandemen hanya akan berkutat dalam soal PPHN. Dia berkata amandemen pasti hendak merembet ke pasal-pasal asing dalam UUD 1945.

Termasuk soal kedudukan MPR dan Presiden. Dia cemas itu terjadi ketika mulai membahas amendemen UUD 1945.

“Pasti akan berkait. Oleh sebab itu, kemungkinan terjadinya menggelar kotak Pandora akan selalu terbuka. Itu yang kudu kita perhatikan betul-betul, ” ujarnya.

Tobas menyampaikan kalau NasDem tak mau tergesagesa ikut dalam wacana amendemen UUD 1945. Ia mengecap Nasdem akan melakukan inspeksi ke masyarakat soal apakah publik menghendaki amendemen konstitusi.

Wacana amendemen UUD 1945 menguat kala Ketua MPR Bambang Soesatyo berpidato di sidang tahunan pada 16 Agustus cerai-berai. Dia menegaskan bahwa MPR perlu ditambah wewenangnya, yaitu membuat PPHN.

Penambahan wewenang MPR tersebut hanya bisa dilakukan melalui amendemen UUD 1945. PPHN yang dimaksud Bamsoet yaitu semacam haluan pembangunan negeri dalam rentang waktu yang jauh ke depan. Bamsoet pun menjamin amendemen tidak akan merembet ke perkara lain dalam konstitusi.

Namun, sejumlah ahli politik dan hukum memandang amendemen UUD 1945 berpotensi menyasar pasal lain. Lengah satunya soal masa jabatan presiden.

(dhf/bmw)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.