MUI Jelaskan Hukum Makan Babi Minus Disadari

MUI Jelaskan Hukum Makan Babi Minus Disadari

Jakarta, CNN Nusantara — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Anwar Abbas memastikan umat Islam tidak berdosa jika tidak sengaja mengonsumsi  daging babi yang disamarkan menjadi keturunan sapi.

Dosa karena mengonsumsi daging babi yang haram tak berlaku jika konsumen tak mengetahuinya, kata Anwar. Begitu pula dengan para pedagang daging.

“Kalau tidak tahu, hukumnya tidak masalah. Kalau tahu, hukumnya haram. Begitu juga dengan yang menjualnya, ” kata Anwar pada CNNIndonesia. com, Selasa (12/5).

Anwar menyesalkan peristiwa ini terjadi. Tempat mengaku heran ada pihak-pihak jantan melakukan kecurangan yang membahayakan karakter lain.



Dihubungi terbelah, Wasekjen MUI Muhammad Zaitun Rasmin juga menyesalkan kejadian ini. Selain melanggar hukum terkait penipuan, hal ini juga membahayakan umat  Islam yang diharamkan mengonsumsi babi.

Wasekjen  MUI, Zaitun Rasmin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Zaitun mendesak pemerintah serta aparat keamanan tegas menindak para pelaku. Dia juga mengingatkan konsumsi daging biasanya meningkat jelang Keadaan Raya Idul Fitri.

“Semua pihak dan aparat terkait kudu bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan berusaha memastikan untuk tak terulang kembali, ” ucap Zaitun kepada CNNIndonesia. com , Kamis (12/5).

Sebelumnya, Polresta Bandung menemukan modus pengedar daging babi yang dijual seolah-olah daging babi. Kelompok pengedar menjualnya di daerah Baleendah serta Majalaya, Kabupaten Bandung.

Polresta Bandung mengamankan empat pelaku. Mereka diduga telah menjual secara modus ini selama setahun. Kira-kira 63 ton daging palsu diprediksi telah mereka perdagangkan. (dhf/ain)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.