MK Diskualifikasi Pemenang Pilkada Boven Digoel Yusak-Yakob

Jakarta, CNN Indonesia —

Majelis hakim  Mahkamah Konstitusi menyetujui gugatan yang dilayangkan peserta Pemilihan Bupati dan Pengantara Bupati Boven Digoel Papua 2020 bagian urut 3, Martinus Wagi-Isak Bangri dalam sengketa pilkada wilayah tersebut.

Dalam amar putusannya, ketua konstitusi memutuskan untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 4, Yusak Yaluwo-Yakob Waremba, dan memerintahkan agar dikerjakan pemungutan suara ulang.

“Menyatakan diskualifikasi pasangan calon cetakan urut 4 atas tanda Yusak Yaluwo dan Yakob Waremba, ” ujar hakim ketua Mahkamah, Anwar Usman dalam sidang yang disiarkan langsung di  YouTube MK, Senin (22/3).


Hakim menilai terjadi pelanggaran dalam penetapan persyaratan pencalonan paslon Yusak-Yakob menurut keputusan KPU Kabupaten Boven Digoel pada 23 September 2020 sebagai peserta pilkada Boven Digoel 2020.

Menurut hakim, keduanya terbukti tak memenuhi kondisi selaku bekas narapidana peristiwa korupsi. Yusak-Yakob belum melakukan masa jeda lima tarikh sejak dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung 2017.

Syarat jeda lima tahun bagi calon kepala daerah petunjuk narapidana kasus korupsi diatur dalam pasal 4 Bagian 1 huruf f PKPU Nomor 1 Tahun 2020, yang berbunyi:

“Tidak pernah sebagai benduan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan kaidah tetap karena melakukan aksi pidana yang diancam secara pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih”.

“Kecuali terhadap terpidana yang mengabulkan tindak pidana kealpaan ataupun tindak pidana politik pada pengertian suatu perbuatan dengan dinyatakan sebagai tindak pidana dalam hukum positif cuma karena pelakunya mempunyai pendirian politik yang berbeda secara rezim yang sedang berpengaruh, ” lanjut bunyi pencetus tersebut.

Dengan keputusan tersebut, hakim konstitusi memerintah kepada KPU Papua untuk menggelar pemungutan pandangan ulang (PSU) dengan tidak menyertakan paslon Yusak-Yakob. PSU dilakukan dalam waktu 90 hari masa kerja sejak putusan dibacakan.

Hakim juga meminta KPU RI dan Bawaslu melaksanakan supervisi dan koordinasi terhadap pelaksanaan PSU.

“Memerintahkan kepada KPU Daerah Papua untuk melakukan PSU bupati dan wakil Tumenggung Boven Digoel dalam jangka waktu 90 hari kerja sejak putusan ini diucapkan tanpa mengikutsertakan Paslon Yusak Yaluwo-Yakob Waremba, ” demikian bunyi amar putusan ketua.

Yusak-Yakob sebelumnya ditetapkan sebagai pemenang di dalam Pilkada Boven Digoel 2020 setelah meraup 16. 319 suara atau 52, 87 persen suara. Jumlah itu mengungguli tiga lawannya pada pemungutan suara yang digelar pada 28 Desember.

Yusak-Yakob mengalahkan paslon nomor runtut 1 Hengky Yaluwo-Lexi Romel Wagiu yang meraih dua. 164 suara atau 7, 01 persen. Kemudian, paslon nomor 2 Chaerul Anwar-Nathalis B Kaket dengan 3. 226 suara atau 10, 45 persen, dan paslon nomor urut 3 Marthinus Wagi-Isak Bangri dengan 9. 156 suara atau 29, 66 persen.

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.