Menyekat Pemudik Masuk Jogja, 10 Pos Didirikan Secara Berlapis

Yogyakarta, CNN Indonesia —

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta   mendirikan sepuluh pos pembatasan yang ditempatkan secara pantat demi mengantisipasi   pemudik   nekat. Pencegatan dilakukan secara selektif di kala pengetatan dan 24 jam di masa larangan mudik.

“Itu sepuluh titik yang kita siapkan untuk mengantisipasi kegiatan memutar balikkan atau penyekatan klub yang diduga akan pegangan berpindah satu daerah ke daerah lain, ” kata Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi,   di Yogyakarta,   Rabu (28/4).

Ia mengatakan sepuluh pos itu  dibuat berlapis. Empat di antaranya dengan masuk kategori vital tersedia di perbatasan, yakni pos Prambanan di Sleman yang berbatasan langsung dengan Klaten, Jawa Tengah. Lalu, congkong Tempel di Sleman dengan menjadi pintu masuk perantau via Magelang, Jawa Tengah.


Kemudian, pos Tempel di Kulon Progo berbatasan dengan Purworejo, Jawa Sedang; Keempat, pos di Gunungkidul yang juga menjadi kanal masuk dari Jawa Pusat.

“Enam pos lainnya itu berada nyana ke arah dalam, ” kata Iwan usai meninjau pos pengawasan di Prambanan, Sleman, Rabu (28/6).

Pos bagian pada ini, menurut Iwan, didirikan untuk menyaring pemudik yang lolos melewati pos perbatasan. Lokasinya, beberapa yang disebutkannya di Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo.

“Sebagai contoh pada Yogyakarta di Wirobrajan, lalu di Kota (Yogyakarta) tersedia dua pos dimana tersebut mengantisipasi pergerakan masyarakat yang ada di kota. Mungkin yang lolos di tanah air, mungkin melaksanakan perjalanan dengan bertujuan wisata kita akan bisa sekat di kian, ” papar Iwan.

Model penyekatan berlapis ini, tinggi dia, bermaksud mengoptimalkan pencegahan terhadap peluang masuknya kendaraan luar daerah menuju DIY sepanjang berlakunya masa pembatasan mudik. Baik yang meniti jalur utama maupun pilihan.

Operasi penyekatan pun dilakukan secara berangsur-angsur berdasarkan periode larangan mudiknya.   Selama masa pengetatan mudik,   pada 22 April – 5 Mei dan 18-28 Mei, berdiam penyekatan dilangsungkan secara acak atau pada waktu-waktu tertentu saja dan terhadap organ dari luar kota.

“Artinya kegiatan pos kita pun juga akan selektif, tidak terus kita gelar setiap saat namun akan secara selektif & random terhadap kendaraan-kendaraan yang kita tengarai, kita identifikasi sebagai kendaraan yang digunakan dari luar kota untuk masuk [DIY], ” paparnya.

Di masa tersebut, Polda DIY juga menyimpan layanan antigen secara gratis bagi yang terindikasi nyata Virus Corona.

Insert Tulisan – Waspada Virus Corona. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

“Apabila didapati reaktif ataupun indikasi tentu Covid-19 akan kita koordinasikan dengan Satgas Covid-19 daerah untuk kemudian dilakukan treatment. Seperti langkah-langkah protokol kesehatan terhadap orang yang ditengarai terpapar Covid-19, ” paparnya.

Memasuki era larangan mudik pada 6-17 Mei 2021, Iwan menyebut operasi penyekatan mulai diberlakukan secara 24 jam lengkap. Kecuali pelaku perjalanan asing daerah yang mendapat kelonggaran, pendatang yang berniat menghunjam atau melewati wilayah DIY akan langsung dihalau.

Terpisah, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno mengatakan pihaknya akan mengabulkan penyekatan di sembilan bintik bilamana pelaksanaan larangan mudik.

“Kalau diperiksa tidak memenuhi syarat yang sudah ditentukan, maka instrumen itu akan diputar balik atau tidak boleh meneruskan perjalananannya baik itu dengan melalui jalur tol dan jalur arteri. Terkecuali angkutan logistik yang diperbolehkan, itupun harus dilengkapi surat ijin lalu-lalang disertai adanya tulisan keterangan negatif Covid-19, “ujarnya.

Ia pun meminta aparat tidak ragu memberikan tindakan kepada masyarakat dan pikulan moda transportasi yang tentu nekat melakukan perjalanan pegangan.

“Untuk petugas jangan ragu untuk menangani. Kita berkaca yang berlaku di negera India dengan sekarang ini kesulitan menanggulangi penyebaran Covid-19, jadi tanpa sampai hal ini terjadi di negara kita Indonesia khususnya Lampung, “ungkap keluaran Akpol 1988 ini.

(kum/zai/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.