Mengumpamakan Target dan Realisasi Vaksinasi Covid-19

Jakarta, CNN Indonesia —

Program  vaksinasi Virus Corona (Covid-19)  yang sudah berjalan hampir lima bulan memperlihatkan realisasi capaian dengan beberapa kali  tak bertemu target.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menargetkan program vaksinasi harus rampung dalam 12 kamar. Itu artinya, pada Desember 2021 atau awal Januari 2022, program vaksinasi nasional seharusnya sudah rampung.  

Mulanya,   181. 554. 465 awak Indonesia menjadi sasaran vaksinasi ini yang dibagi di tiga golongan besar. Mula-mula, 1, 4 juta gaya kesehatan.


Tahap kedua, secara sejajar menyasar sebanyak 21, 5 juta lansia dan 17, 3 petugas pelayanan jemaah.   Tahap ketiga, klub rentan dan umum sebesar 141, 3 juta.

Dengan ketentuan setiap orang kudu menerima dua suntikan dosis vaksin Covid-19, maka pemerintah setidaknya membutuhkan 363 juta dosis vaksin. Saat ini Indonesia baru kedatangan tiga merek vaksin, yakni Sinovac dan AstraZeneca untuk vaksinasi nasional. Sementara Sinopharm untuk vaksin gotong royong, dalam luar hitungan 181, 5 juta penduduk

Juru Bicara Vaksinasi lantaran Kemenkes menyebut saat itu Indonesia sudah memiliki puluhan juta vaksin jadi. Semasa dilihat dari jadwal kehadiran vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang sudah tiba dalam Indonesia selama 14 kala kedatangan, tercatat sudah tersedia sekitar 92, 2 juta dosis baik dalam bentuk jadi maupun bulk (mentah).

Namun sama dengan diketahui, jumlah vaksin bulk masih perlu pengolahan oleh PT Bio Farma jadi jumlah output -nya yang ialah vaksin jadi berbeda jumlahnya.

“Sekarang ada 65, 7 juta vaksin jadi, dimana 30 juta sudah didistribusikan saat tersebut, ” kata Nadia mencuaikan pesan singkat kepada CNNIndonesia. com , Kamis (10/6).

Lebih sendat, capaian vaksinasi di Indonesia per Kamis (10/6) Memukul 18. 00 WIB tercatat sebanyak 19. 440. 524 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara 11. 503. 947 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Itu artinya, target vaksinasi pemerintah baru menyentuh 10, 7 persen daripada sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Namun suntikan dosis kedua perdana berada di angka 6, 3 persen.

Terkini, Nadia menyebut pemerintah masih optimis vaksinasi selesai dalam 12 bulan, tapi menurutnya tidak untuk perut dosis lengkap.

“Sementara ini target sedang [12 bulan], setidaknya 90 persen sudah menerima vaksinasi dosis pertama, ” perkataan Nadia.

Nadia mengaku optimistis target itu dapat makbul lantaran Indonesia sudah memiliki komitmen kedatangan vaksin sesuai dengan jumlah sasaran. Walaupun sempat macet pada April lalu imbas embargo India, Nadia menyebut pada semester II ini jumlah stok vaksin Indonesia mulai banyak berdatangan.

Belum lama, Presiden mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 dengan menargetkan 700 ribu penyuntikan per hari mulai Juni dan 1 juta per hari tiba Juli. Namun target 1 juta per hari itu molor dari perkiraan pembukaan yang seharusnya mulai dilakukan Juni.

Nusantara pada malam ini selalu akan kedatangan sejumlah vaksin. Namun pemerintah belum merinci, apakah kedatangan vaksin tersebut merupakan Sinovac, AstraZeneca, ataupun Sinopharm.

Pemerintah untuk sementara ini menetapkan empat merek vaksin, yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax akan dipakai dalam program vaksinasi nasional. Sementara untuk vaksin Gotong Royong sejauh ini wacana merek vaksin yang bakal dipakai Sinopharm, CanSino, Sputnik V, dan Anhui Zhifei Longcom.

Cover Infografis Melihat Cara Vaksin Bekerja. (Foto: Dok. Satgas Covid-19)

Sementara tersebut,   Kemenkes  masih menduduki hasil uji klinis III dari produsen vaksin Sinovac Biotech Ltd di China terkait pemberian dosis ketiga vaksin.

“Belum ada ketentuan itu. Kita tunggu selesai uji klinis tahap ketiganya di China, ” kata Nadia mencuaikan pesan singkat kepada CNNIndonesia. com , Kamis (10/6).

“Kita konsentrasi dulu percepatan suntikan dua dosis, yang jelas sesuai uji klinis mencapai 181, 5 juta, ” kata dia.

Pimpinan Sinovac Biotech Ltd. Yin Weidong dalam Sabtu (5/6) sebelumnya mengatakan pihaknya baru saja merampungkan uji klinis fase kedua, dengan memberikan suntikan ukuran ketiga yang dilakukan di tiga hingga enam bulan pasca mendapat dua ukuran suntikan.

‘Serbuan Vaksinasi’ TNI-Polri

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau kegiatan vaksinasi massal di sejumlah daerah, Kamis (10/6). Dari Bandung, kegiatan itu diikuti oleh 7. 010 masyarakat se-Bandung raya.

Kapolri  menekankan bangsa yang sudah melalui jalan vaksin harus tetap peraturan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.

“Selanjutnya, bagi klub yang telah melaksanakan vaksin maupun yang masih di proses, saya mengingatkan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, membersihkan tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, ” cakap Sigit dalam keterangan tertulis.

Selain itu, keduanya meninjau penanganan Covid-19 ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur,   salah kepala daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 pasca-Lebaran.

“Pos PPKM Mikro memiliki kedudukan yang sangat penting dalam menekan laju perkembangan Covid-19. Perkuat kembali fungsi pos PPKM Mikro terutama pada upaya 5M dan 3T, ” kata Sigit, Kamis (10/6).

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, jumlah kasus kumulatif positif Covid-19 di Lamongan mencapai 2. 904 kejadian. Sebanyak 2. 675 dinyatakan sembuh, 176 meninggal negeri dan 53 lainnya adalah kasus aktif atau sedang dirawat.

Pra mengunjungi Lamongan Panglima TNI dan Kapolri bersama Besar BNBP Letjen Garnip Warsito juga meninjau penanganan Covid-19 di Kediri, Jatim.

(khr/frd/hyg/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.