Menari Haka, Petinggi Partai Selandia Baru Diusir Parlemen

Jakarta, CNN Indonesia —

Pengantara Pemimpin Partai Maori,   Rawiri Waititi, diusir dibanding forum  kongres   Selandia Baru akibat memotong debat dan melakukan tarian haka. Waititi menyela debat dengan menuding partai antitesis melakukan ‘propaganda dan retorika rasis’.

Penundaan terjadi saat Judith Collins, pemimpin posisi sayap kanan Partai Nasional Selandia Hangat, mengajukan pertanyaan terhadap Perdana Menteri Jacinda Ardern tentang kedaulatan masyarakat adat.

Partai mengkritik Ardern atas masalah ini dan menentang Maori Health Authority yang dibentuk pemerintah buat memperbaiki ketidaksetaraan dalam layanan kesehatan negara.


“Selama dua minggu terakhir, sudah terjadi propaganda rasis & retorika terhadap tangata whenua, ” kata Waititi laksana dikutip dari CNN, Kamis (13/5).

Tangata whenua merupakan istilah Maori yang mengacu pada warga asli Selandia Baru. Tetapi, pembicara menjawab dia merasakan tidak ada yang lengah diucapkan selama debat.

Dia berpendapat pendirian tentang hak-hak adat serta masyarakat adat, pandangan itu harus dari masyarakat adat. Ia mengkritik ‘rentetan penghinaan yang terus-menerus’ terhadap warga.

Selama debat, mikrofon Waititi dimatikan. Waititi diminta balik duduk, tetapi ia malah memulai tarian haka sebelum akhirnya dia diusir.

Ini bukan kala pertama Waititi diusir sebab forum. Pada Februari berarakan, ia didepak dari konvensi parlemen setelah menolak mengenakan dasi. Dia berpendapat persyaratan tersebut menekan budaya sah. Parlemen pun mencabut preskripsi tersebut.

(els/bir)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.