Menantang Adrenalin Berwisata Petualangan di Gianyar

Menantang Adrenalin Berwisata Petualangan di Gianyar

Jakarta, CNN Indonesia —

Bali tak cuma menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Di salah satu pulau destinasi wisata favorit #DiIndonesiaAja   tersebut, wisatawan juga bisa menantang adrenalin seperti di Desa Bresela & Desa Taro.

Di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Gianyar, ada Abiansila Adventure yang siap menemani petualangan Anda. Desa dengan diperkirakan sudah berumur seribu tahun lebih itu memiliki rute menantang seperti hutan bambu, terowongan, lumpur, dan sungai yang menarik dijelajahi menggunakan ATV.

Tidak perlu khawatir dengan kebersihan serta kesehatan, karena di Desa Bresela telah diterapkan protokol kesehatan cocok standart meliputi memakai masker, membasuh tangan, dan menjaga jarak. Tidak hanya bagi pengelola, wisatawan kendati disarankan memakai masker saat berpetualang dengan ATV.


“Sesuai dengan arahan dari pemerintah, kita harus mengikuti segala protokol yang berkaitan dengan kesehatan. Semua pekerja kita wajibkan memakai masker, di setiap datang (kerja) cek suhu (badan), ” kata Nida Sudewa, Activity Manager Abiansila Adventures.

Nida mengatakan, pengunjung yang belum punya pengalaman mengendarai ATV akan dilatih terlebih dahulu, atau bisa juga dibonceng pemandu. Selama penjelajahan, ada leader guide dan runner guide yang menjaga di depan dan belakang. Rute yang ditempuh antara lain meliputi terowongan, tirta terjun setinggi 140 meter, & sungai yang mengalir tenang.

Kanza Tamarindora, salah kepala pengunjung mengaku dirinya sempat tak percaya diri menunggangi ATV, apalagi saat harus melewati terowongan sepanjang 30 meter.

“Awalnya deg-degan karena gelap, ternyata ketika di tengah sudah ada lampu. Saya sedikit basah karena ada tetesan air dari sumber mata air yang di atas. Pas menantang, karena jalannya sempit, ” tutur Kanza sebelum melanjutkan kunjungan.

Tengah di Desa Taro yang berseberangan sekitar tujuh kilometer dari Kampung Bresela, pengunjung bisa mengayuh sepeda sambil menikmati suasana pedesaan dengan sejuk. Desa ini memiliki perkebunan aren, serta Alas Taro ataupun Hutan Taro yang sakral untuk masyarakat setempat di mana di hari-hari tertentu, digelar ritual keyakinan. Alas Taro sendiri berfungsi sebagai paru-paru desa dan penjaga sumber mata air, juga sebagai cermin keadaan Bali di zaman.

Sekitar tiga kilometer dari Alas Taro, ada Pura Agung Gunung Raung. Anda pula akan menjumpai hamparan sawah, dan para petani yang sedang berkelakuan lahan. Satu keunikan lain pada Desa Taro adalah keberadaan lembu putih. Sapi yang memiliki kulit bak albino itu berjumlah 56 ekor, merupakan hewan langka dengan hanya ada di Bali. Sapi-sapi tersebut dianggap suci karena dipercaya menjadi kendaraan Dewa Siwa, sehingga menjadi simbol kehadiran Siwa.

Menyadari memiliki pariwisata jadi unggulan, masyarakat desa pun bermaksud menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan ekonomi. Antara lain, dengan menggelar pertanian ramah lingkungan.

“Harapannya bisa berkontribusi baik bagi alam itu sendiri, sehingga pada pengembangan kepariwisataan, itu saling meluluskan. Di mana selama alam itu terjaga dengan baik, maka daerah itu akan jadi lebih bagus, lebih lestari. Di satu bagian, kita juga mengembangkan kepariwisataan yang memang mengutamakan keindahan, kebersihan, dan saya kira itu sebuah sinergisitas yang penting, ” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Taro, I Wayan Wardika.

Tidak hanya penduduk setempat dan manajer destinasi wisata, rasa tanggung jawab biar wajib dimiliki oleh wisatawan. Era membantu pergerakan roda perekonomian lokal sambil berwisata #DiIndonesiaAja, pengunjung kudu tetap menerapkan protokol kesehatan, dan menjaga kebersihan di lokasi.

(rea)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.