Membekukan Aplikasi China, TikTok Palsu Tumbuh di India

Membekukan Aplikasi China, TikTok Palsu Tumbuh di India

Jakarta, CNN Indonesia —

Suatu aplikasi palsu TikTok   dikabarkan muncul di  India setelah negeri melakukan pelarangan terhadap aplikasi asal  China tersebut. Aplikasi TikTok tiruan itu mengundang pengguna untuk mengunduh melalui pesan SMS.

Aplikasi TikTok palsu yang bersirkulasi di India bernama TikTok Pro. ByteDance, selaku   pengembang TikTok yang asli mengatakan tidak tersedia memiliki kaitan dengan TikTok Pro.

Melansir SCMP, TikTok Pro memiliki log yang sepadan dengan TikTok asli. Namun, praktik itu tidak memiliki fitur untuk membuat video singkat atau mengakses video yang ada di TikTok asli.


Sebaliknya, TikTok Pro membombardir penggunanya dengan propaganda dan tautan untuk mengunduh penggunaan lain. Aplikasi tiruan itu juga meminta akses ke foto, file, kontak, lokasi, pesan, dan lainnya milik pengguna.

Tindakan yang dilakukan sebab TikTok Pro berpotensi mencuri masukan pribadi serta menyerang ponsel secara malware dan spyware.

Sebuah akun Twitter bernama @GowdPurushotham menyampaikan bahwa sejumlah rekannya mendapat pesan berisi URL tentang TikTok Pro.

[Gambas:Twitter]

Belum diketahui secara pasti berapa banyak warga India yang tertipu dengan aplikasi tersebut. Saat ini, sejumlah media lokal telah menyarankan warga biar tidak mengunduh aplikasi tersebut.

Melansir BGR, scammers memakai serangan SMS dan phishing untuk menarik pengguna agar mengunduh penggunaan bernama TikTok Pro. Scammer memakai larangan pemerintah India terhadap TikTok asli untuk membuat aplikasi kritis lainnya.

Aplikasi tiruan itu diketahui tidak tersedia dalam Google Play Store, yang merupakan satu-satunya tempat untuk mengunduh pelaksanaan bagi pengguna Android.

India pada Senin (29/6) memutuskan melarang 59 penggunaan seluler China, termasuk TikTok dan WeChat  di negara mereka. Larangan yang hanya berselang beberapa minggu setelah bentrokan di perbatasan Himalaya dilakukan dengan alasan keamanan dan privasi nasional.

Kiprah ini akan melindungi kepentingan berpegang pengguna ponsel dan internet India. Keputusan ini adalah langkah yang ditargetkan untuk memastikan keamanan serta kedaulatan dunia maya India.
 
Daftar aplikasi dengan dilarang India termasuk Helo, Likee, Scanner Cam, Video Vigo, Perusak Video Call-Xiaomi, Clash of Kings, serta platform e-commerce Club Factory dan Shein.
 
Kementerian TI India menyebutkan pihaknya juga menerima banyak keluhan lantaran berbagai sumber, termasuk beberapa masukan tentang penyalahgunaan beberapa aplikasi seluler yang tersedia di platform Android dan iOS.
 
Aplikasi itu dianggap mencuri masukan dan diam-diam secara tidak pasti mengirimkan data pengguna ke server yang berlokasi di luar India.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.