Medan Pantau Corona Mahasiswa, Pangandaran Soroti Wisatawan

Medan Pantau Corona Mahasiswa, Pangandaran Soroti Wisatawan

Padang, CNN Nusantara —

Pemerintah Tanah air Padang, Sumatra Barat, mewaspadai masuknya kasus  impor  Covid-19   yang dibawa oleh mahasiswa baru. Sementara, Pangandaran diminta memantau aktivitas  wisata yang potensial jadi penyebar Virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani, mengutarakan pihaknya memprediksi kasus impor terus terjadi karena tidak lama teristimewa akan ada tes masuk sekolah tinggi. Dengan begitu, banyak orang yang masuk ke Padang, khususnya mahasiswa.

“Akan banyak dengan datang. Ini akan jadi daya [kasus] baru, ” ujar Feri di Balai Tanah air Padang setelah rapat, Minggu (5/7).


Diketahui, Padang, yang merupakan kota pendidikan, setiap tahunnya kedatangan ribuan mahasiswa baru dari berbagai provinsi.

Oleh karena itu, Perahu berharap penerimaan mahasiswa baru di sekolah tinggi tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi masih dalam jaringan (daring/online).

“Ini buat mengantisipasi pertemuan secara berkelompok para calon mahasiswa setelah ujian, ” ucapnya.

Wali Praja Padang Mahyeldi mengatakan terdapat besar kasus positif Covid-19 yang dibawa oleh orang yang baru kembali dari Medan dan Surabaya.

Foto: Infografis Kawasan Kasus Tertinggi dan Terendah Corona

Oleh sebab itu, kata Mahyeldi, Pemerintah Kota Medan akan memantau secara saksama orang yang masuk ke kota tersebut dengan mengajak semua ketua rukun tetangga (RT) dan rukun masyarakat (RW).

Terpisah, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warga Kabupaten Pangandaran untuk lestari waspada terhadap potensi penularan Virus Corona karena wilayahnya sudah dipadati wisatawan.

“Kewaspadaan terhadap Covid-19 ini ibaratnya seperti makan angin, 24 jam tidak boleh teledor, ” kata pria yang karib disapa Emil itu saat meninjau protokol kesehatan di objek wisata Pantai Pangandaran, Minggu (5/7).

Emil memasukkan Pantai Pangandaran berisiko terhadap penyebaran Virus Corona jika protokol kesehatan diabaikan. Kasus baru di Pangandaran pun tercatat dari wisatawan & warga lokal yang bepergian ke daerah episentrum Covid-19.

“Pangandaran ini destinasi pariwisata oleh karena itu pastilah ancaman Covid-19-nya besar masa kita lengah. Karena itu kami titip ke Bapak bupati buat terus meningkatkan komunikasi kepada warganya terkait potensi ini, ” ucapnya.

(adb/hyg/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.