Matahari Julurkan Lidah Api Terbesar ke Arah Bumi

Jakarta, CNN Indonesia —

Suar Matahari   yang meletus dan mengarah ke Bumi kembali terjadi. Para peneliti mengatakan ini letusan suar besar pertama Matahari dalam beberapa tahun terakhir.

Pusat Prediksi Sungguh Angkasa AS memantau letusannya diprediksi setara dengan ledakan jutaan bom hidrogen. Perihal tersebut berlangsung di bercak Matahari AR2838 pada 10: 29 ET pada 3 Juli.

Para peneliti mengukur intensitas semburan Matahari dalam skala, dengan semburan api kelas A menjadi yang terkecil & semburan api kelas X menjadi yang terbesar.



Para-para ilmuwan mengklasifikasikan suar 3 Juli tersebut sebagai X1, atau kategori suar matahari terbesar.

“Kita berbicara energi yang sebanding dengan jutaan bom hidrogen 100 megaton yang meledak pada saat yang cocok, ” kata Bill Murtagh, koordinator program di SWPC  mengutip CNN , Jumat (9/7).

Suar matahari dianggap sebagai bagian dari “cuaca luar angkasa”, kondisi yang mempengaruhi ruang angkasa dalam sekitar Bumi yang lazimnya disebabkan oleh matahari. Flare itu terkadang disertai secara lontaran massa coronal, ataupun gelembung plasma magnetik dengan bisa mencapai Bumi.

Jika energi tersebut masuk, itu dapat mempengaruhi komunikasi frekuensi tinggi bagaikan sistem penentuan posisi global (GPS) dan satelit. Sementara itu matahari disebut meninggalkan siklus matahari 11 tarikh di mana tingkat kesibukan suar berfluktuasi.

Lebih tinggi, para ilmuwan akan memiliki kesempatan untuk mengamati denyut matahari dalam gerhana matahari total yang akan berlaku April 2024. Dari sana aktivitas matahari akan terpantau seperti letusan matahari.

“Kami berharap kalau gerhana mendekati maksimum matahari tidak hanya akan membuktikan kepada kita beberapa noktah matahari yang besar serta menarik di muka Matahari untuk membantu kita melancarkan tentang hidup di dalam atmosfer bintang aktif serta ruang angkasa, ” ucap  Valentin Martinez Pillet, eksekutif National Solar Observatory pada Boulder, Colorado, dalam suatu pernyataan.

Dalam siklus Matahari yang khas, Murtagh melanjutkan para peneliti biasanya melihat sekitar 150 suar yang mencapai intensitas suar pada 3 Juli. Namun kemungkinan ada kira-kira 1. 500 suar yang lebih kecil pada periode yang sama.

Lokasi suar akan tampak lagi dalam dua pasar ke depan, tetapi tempat mencatat SWPC AS terus memantau letusan di sisi lain matahari selama masa tunggu.

“Kelompok bintik matahari ini bisa bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, jadi kami ingin melihat apakah itu kembali dua minggu lalu, ” tutup Murtagh.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.