Mangkir Hari Pertama Kerja, Puluhan ASN Bandung Kena Sanksi

Mangkir Hari Pertama Kerja, Puluhan ASN Bandung Kena Sanksi

Bandung, CNN Indonesia — Walikota Bandung Oded M Danial menyebut Aparatur Sipil Negara ( ASN ) Pemerintah Kota Bandung yang tidak tampil tanpa keterangan di hari baru bekerja usai Idulfitri 2020 bakal mendapatkan sanksi.

“Saya telah minta ke Pak Kepala BKPP [Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan], apabila ada dengan tanpa alasan mereka harus ditindaklanjuti, ” kata Oded di Bandung, Rabu (27/5).

Lembaga Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung mencatat sebanyak 99 persen ASN Kota Bandung mengindahkan jam kerja, baik yang main dari rumah maupun di biro. Hanya 41 orang yang terekam tidak hadir tanpa keterangan, ataupun 0, 27 persen dari mutlak ASN Kota Bandung.

Para ASN diketahui masih melaksanakan sistem work from home (WFH) atau bekerja dari rumah maka 29 Mei 2020. Mereka langgeng bekerja tanpa pengawasan, meski sedang suasana Idulfitri.

Merespons perintah Oded, Kepala BKPP Yayan Brillyana menyebut telah menelusuri nama para-para pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan melalui sistem yang telah dimiliki.

“Saya sudah cek satu-satu ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah), yang 41 orang itu rata-rata datang ke kantor akan tetapi mengisi absennya telat, ” introduksi Yayan.

“Walaupun serupa itu, tetap kami memberikan hukuman yakni dengan pengurangan tunjangan sebesar 3 persen, ” kata Yayan.

Menurut peraturan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka pencegahan transmisi Covid-19, setiap instansi diperbolehkan mempekerjakan pegawainya di kantor maksimal 10 persen dari jumlah pegawai.

Selebihnya, harus bekerja dari rumah kecuali dinas-dinas yang perkara langsung dengan pencegahan Covid-19. Sekalipun begitu, sistem presensi (kehadiran) pasti diberlakukan.

Akan namun di hari pertama bekerja pasca-idulfitri, ada 31, 11 persen dengan datang ke kantor untuk bergerak. Yayan menilai sebagian besar pegawai ingin ke kantor untuk bersilaturahmi setelah Idulfitri.

“Yang siap 4. 645 orang, atau 31, 11 persen. Padahal dalam masa PSBB maksimal kehadirannya hanya 10 persen. Seperti di kantor hamba maksimalnya itu hanya 10 persen. Tapi karena ini hari prima, orang mau silaturahmi, jadi tersedia peningkatan kehadiran, ” katanya.

Sementara itu, Yayan menghargai para ASN telah mematuhi protokol kinerja dengan baik selama pemberlakuan sistem WFH.

Hal ini ia sebut berdasarkan minim pengaduan yang masuk ke sistem Lapor Kota Bandung. Dia menilai, meski para ASN bekerja di rumah, tugas rutin & pelayanan kepada masyarakat tidak terkendala.

“Belum ada pengaduan keterlambatan pelayanan, baik tersebut di kecamatan maupun di jawatan. Apalagi sekarang semangat kewilayahan tersebut luar biasa, ” kata Yayan.

“Rata-rata kewilayahan itu jarang yang me-WFH-kan. Kecuali kalau yang memang dia sakit, usianya rentan, itu WFH. Selebihnya hadir semua. Selain masuk semua, dia juga enggak ada libur. Idulfitri saja masih ada piket. Tak ada penurunan kinerja, ” lanjutnya. (hyg/end)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.