Mahfud MD: Mungkin Covid-19 akan Selalu Bersama Kita

Mahfud MD: Mungkin Covid-19 akan Selalu Bersama Kita

Jakarta, CNN Indonesia —

Menko Polhukam Mahfud MD   balik menyebut tak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19   akan berakhir. Bahkan, Mahfud mengatakan mampu saja virus yang diduga bersumber dari Wuhan, China ini hendak hidup bersama manusia selamanya.

“Kita tidak tahu itu akan berakhir kapan, mungkin Covid-19 akan selamanya bersama kita, ” kata Mahfud dalam sebuah video yang ditayangkan dalam diskusi dengan digelar Mappilu PWI dengan inti Mewujudkan Pilkada Serentak 2020 dengan Sehat dan Berbudaya, Kamis (1/10) kemarin.

Mahfud turut meminjam pernyataan badan kesehatan dunia (WHO) yang juga tak bisa memprediksi kapan pandemi ini bakal berakhir. Yang pasti kata tempat, yang harus dilakukan saat itu adalah menyesuaikan diri dengan epidemi yang telah menjangkiti hampir semua negara di dunia ini.


“Melakukan kegiatan yang diperlukan tapi juga sadar bahwa di hadapan kita, di samping kita di belakang kita itu tersedia Covid-19, ” kata Mahfud.

Dalam jalan itu, Mahfud mengatakan hal ini jugalah yang jadi pertimbangan pemerintah dan semua pemangku kepentingan  terkait tetap menggelar Pilkada Serentak 2020 di Desember nanti, yang rangkaiannya dimulai sejak September kemarin.

Sebab kata dia, janji tak bisa lagi dilakukan sebab tak ada yang tahu surat pandemi berakhir. Dan, jika ditunda tak ada waktu pasti Pilkada bisa ditunda hingga kapan.

“Oleh sebab itu kegiatan dilaksanakan normal tapi dengan mengutamakan penjagaan kesehatan kepada semua. Anak buah pemilih, penyelenggara, pengawas, pengaman & sebagainya, ” kata dia.

“Bagi pemerintah sendiri alasannya begini kalau kita ikuti pendapat sebagian warga masyarakat Pilkada dilaksnakan sesudah pandemi berakhir, itu pula sulit diterima karena tidak tersedia satu pun orang yang mampu ramalkan kapan Covid-19 itu berakhir, ” lanjutnya.

Di lain pihak, penyelenggaraan Pilkada Serentak yang digelar di tengah wabah disebut sebagai lengah satu bentuk pelanggaran kemanusiaan. Kejadian ini diungkap oleh Kepala Tengah Penelitian Politik (P2P) LIPI Firman Noor. Menurutnya, gelaran Pilkada dalam tengah pandemi sangat berisiko untuk keselamatan masyarakat.

“Penyelenggaraan Pilkada 2020 berpotensi menimbulkan pelanggaran kemanusiaan akibat terabaikan aspek-aspek keselamatan manusia yang juga menjadi dasar tujuan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub pada Pembukaan Undang-undang Pokok 1945, ” kata Firman.

Sementara itu, kasus membangun Covid-19 di Indonesia belum membuktikan tanda-tanda penurunan. Per Kamis (1/10), jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 291. 182 orang.

Angka itu bertambah sebanyak 4. 174 kasus dari hari sebelumnya. Dari total itu, sebanyak 218. 487 karakter dinyatakan sembuh dan 10. 856 orang meninggal dunia.

(tst/ain)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.