LBH Apik: 508 Kasus Kekerasan Semasa WFH, KDRT Tertinggi

LBH Apik: 508 Kasus Kekerasan Semasa WFH, KDRT Tertinggi

Jakarta, CNN Indonesia —

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Jakarta mencatat ada 508 petunjuk kasus kekerasan terhadap perempuan sejak periode Maret hingga awal September, khususnya selama bekerja dari rumah ataupun work from home ( WFH ). Dari total laporan itu, memutar banyak kasus kekerasan dalam famili (KDRT).

“Selama dakwaan selama WFH, dari Maret datang awal September, kami menerima 508 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan, ” kata Pengacara Publik sejak LBH Apik, Uli Pangaribuan di dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (5/9).

Dari 508 peristiwa yang dilaporkan, tercatat ada 6 laporan kasus tertinggi, di antaranya adalah 168 kasus kekerasan di famili (KDRT). Kemudian 151 kekerasan gender berbasis online (KBGO), & 52 kasus kekerasan dalam pacaran.


Selanjutnya tercatat tersedia 28 kasus pelecehan seksual, 23 kasus pidana umum dan 23 kasus perkosaan.

“Kasus tertinggi selama WFH itu tetap kasus KDRT, kok penting Raperda Bantuan Hukum, sebab meningkatnya kasus selama WFH. Rata-rata kasus KDRT membutuhkan rumah damai. Makanya LBH Apik juga memunculkan adanya rumah aman, ” cakap dia.

Selain KDRT, ia juga menyoroti soal adanya peningkatan tajam laporan kasus KBGO. Pada tahun lalu, kata dia, pihaknya hanya menerima laporan peristiwa KBGO di bawah 50 kasus.

“Sekarang meningkat menjadi 151 kasus, karena semua aktivitas masyarakat itu mencuaikan media online, jadi ini kasus yang paling tinggi juga, ” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, selama WFH, pihaknya menerima laporan melalui hotline dan email. Namun, kata dia, kadang-kadang ada kendala yang dihadapi di proses menerima pengaduan itu.

“Kadang enggak semua mitra punya smartpohone , sehingga ketika dia hendak mengakses layanan bantuan hukum, agak pengganggu, karena harus menggunakan hotline , ” kata tempat.

(yoa/osc)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.