KPK Tetapkan Anak Buah Bupati Labura Tersangka Kasus DAK

KPK Tetapkan Anak Buah Bupati Labura Tersangka Kasus DAK

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menetapkan Agusman Sinaga (AMS), Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura), sebagai tersangka atas kasus dugaan rasuah pengurusan  Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018.

“Dalam proses penyidikan serta mencermati fakta-fakta di persidangan, KPK mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain, ” ujar Deputi Penindakan KPK  Karyoto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (12/11).

Ia menjelaskan kasus ini bermula saat Pemkab Labuhanbatu Utara mengajukan DAK TA 2018 melalui Kalender e-Planning dengan total permohonan sejumlah Rp504. 734. 540. 000.


Agusman merupakan orang kepercayaan Bupati Labuhanbatu Memajukan, Khairuddin Syah Sitorus, yang ditugaskan untuk menemui pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo dan Rifa Surya, guna membahas potensi anggaran dalam wilayah tersebut, serta meminta tumpuan untuk pengurusannya.

“Yaya Purnomo dan Rifa Surya menyetujui untuk membantu serta menyampaikan adanya fee yang harus disediakan sebesar 2 persen dari dana yang diterima, ” tutur Karyoto.

Dalam kurun waktu Mei-Agustus 2017, katanya, terjadi pertemuan antara Agusman, Yaya dan Rifa, di Hotel Aryaduta Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Yaya dan Rifa memberitahukan para-para indikatif DAK Labuhanbatu Utara sebesar Rp75, 2 miliar.

KPK, lanjut Karyoto, menduga ada penyerahan uang sebesar Sin$200 ribu dari Agusman kepada Yaya serta Rifa.

Pada Januari 2018, Rifa membuktikan bahwa anggaran DAK TA 2018 untuk Pembangunan RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar belum sanggup di- input dalam sistem Kementerian Keuangan sehingga tidak dapat dicairkan.

Yaya lantas menghubungi Wakil Bendahara Umum PPP periode 2016-2019, Menghargai Suhartono, yang merupakan rekan kuliahnya di program doktoral Universitas Padjajaran untuk membantu pembahasan di Desk Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Puji pun menghubungi koleganya di DPR Fraksi PPP bernama Irgan Chairul Mahfiz (ICM).

“Sekitar simpulan Maret 2018, Puji meminta Yaya agar Agusman mentransfer uang sebanyak Rp80 juta ke rekening milik Irgan. Atas permintaan ini, di dalam tanggal 2 April 2018, Agusman melalui supirnya yang bernama Suryadi Sihombing melakukan setor tunai kekayaan sejumlah Rp80 juta ke bon segera Irgan, ” imbuhnya.

Karyoto menuturkan pada April 2018 kembali berlaku pertemuan antara Agusman, Yaya serta Rifa. Ia berujar Agusman menyerahkan uang Sin$90 ribu secara tunai dan mentransfer dana sebesar Rp100 juta ke rekening atas nama Puji Suhartono.

Lulus pada tanggal 9 April 2018, ucap Karyoto, Agusman melakukan premi tunai uang Rp400 juta ke rekening Toko Emas di bilangan Jakarta Pusat untuk kepentingan Yaya.

Selain itu, Agusman juga mentransfer uang Rp100 juta ke rekening Puji sebagai fee yang diberikan terkait dengan DAK Bidang Kesehatan APBN TA 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Infografis Anggota DPR 2014-2019 Terjaring Kasus Korupsi. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Agusman disangkakan melanggar Pasal 5 bagian (1) huruf an atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Nomor 20 tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) pertama KUHP.

“Untuk keinginan penyidikan, tersangka ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 12 November 2020 sampai dengan 1 Desember 2020 di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK, ” terang Karyoto.

(ryn/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.