Kemenkeu Ramal Rasio Utang akan Membanyak di Akhir Tahun

Kemenkeu Ramal Rasio Utang akan Membanyak di Akhir Tahun

Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Kebijakan Fiskal (BKF)  Kementerian Keuangan memprediksi rasio  utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto ( PDB ) berada di posisi 37, 6 persen pada akhir 2020.

Peningkatan tersebut terjadi karena pemerintah membutuhkan utang besar untuk membiayai penanganan virus corona.

Jika prediksi itu benar, artinya total utang pemerintah bisa berada di atas kedudukan Rp6 ribu triliun pada Desember 2020. Sebab, utang pemerintah dalam awal tahun lalu berada pada posisi Rp4. 817, 55 triliun atau 30, 21 persen kepada PDB.


“Defisit 6, 34 persen pada 2020, debt to GDP rationya mau mencapai 37, 6 persen & ini memang jadi resiko dan perlu dipantau, ” ujar Besar BKD Febrio Nathan Kacaribu,   Rabu (19/8).

Penambahan rasio katanya juga berpotensi berlaku pada 2021 mendatang. Pasalnya, pemerintah masih perlu melanjutkan program stimulus ekonomi dan penanggulangan Covid-19 dengan kemungkinan besar belum selesai tahun ini.

Untuk 2021, negeri sudah menambah alokasi belanja buat bidang kesehatan menjadi sebesar Rp169, 7 triliun atau setara secara 6, 2 persen terhadap PDB.

Kemudian, anggaran pelajaran ditetapkan sebesar Rp549, 5 triliun atau 20 persen dari total belanja di APBN. Lalu, pembangunan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) pada 2021 sebesar Rp30, 5 triliun.

Sementara, pendirian infrastruktur dialokasikan sebesar Rp414 triliun, ketahanan pangan Rp104, 2 triliun, perlindungan sosial Rp419, 3 triliun, dan pariwisata Rp14, 4 triliun.

[Gambas:Video CNN]

“Ini akan mendatangkan debt to GDP ratio naik lagi ke sekitar mendekati 40 upah dari GDP. Ini resiko dengan harus kita tanggung dan harus dikelola dengan baik karena kita butuh untuk mensustain pertumbuhan ekonomi, ” terang Febrio.

Potensi kenaikan rasio utang sebelumnya diakui Presiden Joko Widodo. Ia menyatakan defisit anggaran 2021 bakal dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, termasuk utang.

Namun,   pembiayaan utang juga akan dilaksanakan secara responsif dan mengedepankan akselerasi pemulihan ekonomi baik. Pemerintah juga akan tetap hidup sama dengan otoritas moneter, tetapi tetap menjaga prinsip disiplin fiskal dan moneter

(hrf/agt)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.