Kemenkes Bantah Indonesia Jadi Episentrum Covid-19 Dunia

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan tubuh, Siti Nadia Tarmizi menyanggah isu yang menyebutkan kalau Indonesia menjadi  episentrum penyebaran virus Corona (Covid-19) dunia.

Nadia mengatakan sejauh ini Lembaga Kesehatan Dunia ( WHO ) tidak pernah mengkategorikan sebuah negara menjadi episentrum penyebaran Covid-19, apalagi ditujukan khusus untuk Indonesia.

“Jadi itu WHO tidak pernah mengatakan ya, sebuah negara jadi episentrum Covid-19. Rasanya WHO serupa tidak menyatakan Indonesia jadi episentrum penyebaran ya, ” kata Nadia melalui perintah singkat kepada CNNIndonesia. com , Selasa (20/7).


Nadia lantas menjelaskan, WHO sejauh ini hanya menjelaskan tingkat kegawatdaruratan kondisi pandemi Covid-19 di sebuah negeri melalui level-level situasi.

Pada setiap level itu memiliki total parameter yang berbeda-beda, tertib dari tambahan kasus pasti, kasus aktif, kasus sembuh, hingga kasus kematian awak akibat Covid-19.

Ia juga menyebut, WHO mengukur level krisis suatu daerah lewat dua ciri, yaitu laju penularan dan kapasitas kesiapan pelayanan kesehatan.

Laju penularan diukur dari jumlah kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk, kasus yang ditangani di rumah sakit bagi 100 ribu penduduk, & kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Juru Bicara Vaksinasi dibanding Kemenkes itu pun mengatakan saat ini Indonesia pusat mengadopsi level-level kondisi pandemi WHO menjadi level transmisi komunitas 0-4 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Golongan 4 menjadi kriteria sempurna dalam sistem penilaian ini. Daerah dengan status golongan 4 mencatat lebih lantaran 150 kasus Covid-19 mulai 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus dengan dirawat di rumah lara per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

“Panduan penyesuaian respons kesehatan masyarakat dan mobilitas sosial tersebut lah yang menjadi ukuran penerapan PPKM genting di Jawa-Bali dan 15 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali. Jadi istilah episentrum tak pernah digunakan WHO, ” jelasnya.

Sejumlah media asing sebelumnya memerhatikan lonjakan kasus infeksi virus Corona di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa media apalagi menyebut saat ini Nusantara menjadi episentrum atau pusat penularan Covid-19 dunia.

Dalam artikel berjudul ‘The Pandemic Has a New Epicenter: Indonesia’, surat kabar Amerika Serikat, The New York Times mengadukan peningkatan infeksi Covid-19 dan kematian harian Indonesia sudah melebihi India dan Negeri brazil.

Selain The New York Times, palang berita AS, CNN, serupa melaporkan hal serupa. CNN mengangkat tren infeksi Covid-19 Indonesia yang telah melebihi India, yang baru-baru itu juga menghadapi gelombang gres virus Corona.

Beberapa media asing serupa portal berita Nikkei Asia, Bloomberg, hingga ABC News dari Australia, turut melaporkan isu serupa di mana Indonesia diprediksi akan menjadi episentrum penularan corona dalam dunia jika lonjakan Covid-19 harian tidak segera mendarat.

Sejumlah negeri seperti Jepang, Taiwan, hingga Vietnam bahkan telah merancang rencana evakuasi warganya daripada Indonesia karena situasi Covid-19 yang kian memburuk.

(khr/ard)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.