Kemenhub Resmikan Reaktivasi Jalur KA Ciranjang-Cipatat

Kemenhub Resmikan Reaktivasi Jalur KA Ciranjang-Cipatat

Jakarta, CNN Indonesia —

Departemen Perhubungan   meresmikan reaktivasi kolom kereta   api (KA) Ciranjang-Cipatat, Jawa Barat. Rencana ini merupakan tahap kedua dibanding tiga tahap reaktivasi jalur  KA   Cianjur-Padalarang yang berhenti beroperasi sejak 2012 silam.

Eksekutif Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyebut pada tahap kedua itu, anggaran yang dikucurkan dari APBN 2019 sebesar Rp118 miliar untuk peningkatan jalur dengan penggantian landasan kereta api KA R. 33 menjadi R. 54.

Di bibir itu, anggaran juga akan digunakan untuk normalisasi badan jalan guna  meningkatkan keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, beserta mobilitas masyarakat.



“Perlu hamba sampaikan bahwa anggaran yang diperlukan dalam program reaktivasi jalur Ciranjang-Cipatat ini berasal dari APBN 2019 sebesar Rp118, 87 miliar, ” ujarnya lewat video conference, Peresmian Pengoperasian Reaktivasi Jalur KA Ciranjang-Cipatat Provinsi Jawa Barat, Senin (21/9).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan pengoperasian rel tersebut, kapasitas lintas meningkat daripada semula 3 perjalanan KA per hari menjadi 7 perjalanan MORAL per hari.

Buat waktu tempuhnya, dibandingkan dengan moda transportasi darat seperti bus atau mobil, KA menghemat 30 menit waktu perjalanan.

Sehingga, ia meyakini reaktivasi ini akan meningkatkan efektivitas dan memperlancar roda perekonomian, khususnya pada Jawa Barat.

“Manfaat yang tidak kalah penting, yakni jalur tersebut nantinya akan menjadi jalur alternatif kereta api daripada Bogor ke Bandung, di mana masyarakat Bogor tidak perlu ke Jakarta jika mau ke Bandung dengan kereta api, ” lanjutnya.

Sementara, untuk tahap ketiga dari rangkaian reaktivasi itu, ditargetkan studi trase akan rampung pada 2022 mendatang dan pada tahun yang sama dapat dimulai pembangunannya.

Zulfikri menambahkan tantangan di sepanjang 13, 8 kilometer terakhir berasal dari proyek dengan kondisi geografis yang sulit dan gradien dengan sangat tinggi. Oleh karena itu, studi akan memakan waktu dengan cukup panjang.

Di kesempatan sama, Menteri Perhubungan Sifat Karya Sumadi menyebutkan pemerintah sedang akan mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, sekalipun di tengah pandemi covid-19.

Dengan catatan, proyek yang dirampungkan di tengah pandemi mempunyai manfaat yang besar kepada kelompok.   “Ini yang ditekankan Pak Presiden, kita boleh membangun banyak proyek tetapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat, ” ucap Akhlak dalam sambutannya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.