Kemalangan Nasabah Indosurya Bertambah, Polisi Duga Capai Rp5 T

Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim Polri menaksir kerugian korban akibat kasus dugaan  penipuan dan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta mencapai Rp5 triliun.

Jumlah tersebut bertambah usai kepolisian melangsungkan penyelidikan dan penyidikan tambahan atas sejumlah laporan pengaduan yang masuk hingga saat ini.

“Di desk pengaduan itu, tersedia sekitar 1. 200-an korban yang mengadu dan kecelakaan berkisar atau sampai agak Rp5 triliun, ” introduksi Direktur Tindak Pinda Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Helmy Santika kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/6).


Menurutnya, jumlah tersebut bertambah dari nilai kerugian korban yang membuat Informasi Polisi (LP) selama ini. Tercatat, ada 19 LP yang teregister sejauh itu dengan kerugian Rp196 miliar.

Helmy menjelaskan, laporan tersebut telah diverifikasi oleh kepolisian. Kemudian nantinya, akan menjadi acuan untuk pengembalian nilai kerugian melalui pelacakan aset para simpulan.

“Kami selalu mengedepankan kemanfaatan hukum dengan mengoptimalkan, mengupayakan pengembalian pada korban secara maksimal. Kemudian membuka penyelidikan, penyidikan untuk TPPUnya, ” tambah tempat lagi.

Sejauh ini, sirih dia, sejumlah aset hak tersangka perorangan ataupun korporasi telah disita penyidik. Misalnya, kata dia, rekening senilai Rp29 miliar, 46 instrumen, dokumen pembukaan rekening, hingga sejumlah bukti lain.

Namun demikian, Helmy belum dapat merinci lebih lanjut nilai aset sitaan dari para tersangka sejauh ini.

“Aset berupa tanah, rumah, mulia dan banyak, tiap kawasan beda-beda. Kemudian kalau kita menilainya sekarang dan kala lalu, harganya juga bertentangan. Yang jelas kami padahal melakukan pencarian tracing terhadap aset milik atau dengan terkait dengan Indosurya, ” ucapnya.

Dalam perkara itu, setidaknya ada tiga tersangka yang telah dijerat kepolisian. Mereka ialah Ketua KSP Indosurya Henry Surya, Manager Direktur Koperasi Suwito Ayub, dan Head Admin June Indria. Selain itu Bareskrim juga menetapkan KSP Indosurya sebagai tersangka korporasi.

Kasus ini bermula ketika pada Februari 2020, sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta tidak mendapatkan pencairan atas simpanan mereka yang telah habis waktu di koperasi tersebut secara jumlah mencapai Rp14, enam triliun. Total nasabah koperasi ini sekitar 5. 700 nasabah.

Koperasi ini menjanjikan imbalan bunga yang tinggi sebesar 9 persen hingga 12 persen per tahun, jauh di atas bunga deposito perbankan yang berkisar 5-7 komisi dalam jangka waktu yang sama.

(mjo/agt)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.