Kecelakaan Ekonomi RI Rp316 Triliun sebab Corona

Kecelakaan Ekonomi RI Rp316 Triliun sebab Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ( BKF   Kemenkeu) memperkirakan dampak kerugian  ekonomi Indonesia mencapai Rp316 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Kerugian berasal dari potensi ekonomi yang menguap akibat pandemi  virus corona ataupun covid-19 di Tanah Air.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Besar BKF Kemenkeu Hidayat Amir mengucapkan angka dampak kerugian ekonomi tersebut berasal dari potensi pertumbuhan ekonomi yang hilang selama periode Januari-Maret 2020. Pada tiga bulan perdana tahun ini, ekonomi hanya muncul sekitar 2, 97 persen.

Padahal biasanya, ekonomi Indonesia bisa tumbuh sekitar 5 persen. Laju pertumbuhan itu selaras dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp15. 800 triliun.

“Berarti tersedia loss potential economy growth sekitar 2 persen, turun dari sebelumnya. Itu tinggal dikalikan saja dengan Rp15. 800 triliun, maka 2 persen itu (Rp316 triliun) setara dengan dampak lost economy, ” membuka Hidayat dalam diskusi virtual di BNPB, Selasa (2/6). Karenanya, tinggi Hidayat, pemerintah berupaya membuat konsekuensi kerugian ekonomi tidak semakin melebar. Caranya, dengan memberikan stimulus ekonomi fiskal kepada masyarakat untuk turut menopang daya beli dan level konsumsi masyarakat, khususnya penduduk papa.

Misalnya, dengan berbagai bentuk program bantuan sosial (bansos), mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Paket Sembako, Kartu Prakerja, Bansos Tunai, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa, & lainnya.

“Tidak hanya untuk penanganan dampak, saya juga menyiapkan program pemulihan ekonomi nasional, ” tutur dia.

Tujuannya, agar industri, perusahaan, dan masyarakat dapat menggenjot roda ekonomi lagi usai krisis akibat lagu pandemi corona. Hal ini biar dilakukan tak hanya dari pemerintah, namun turut melibatkan Bank Nusantara (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi bagian revenue-nya mereka terganggu. Jangan sampai PHK secara besar-besaran, ” imbuh Hidayat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh di kisaran 2, 3 persen pada tahun ini. Sementara skenario terburuk, laju pertumbuhan hendak minus 0, 4 persen.

[Gambas:Video CNN]

(uli/bir)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.