JK Sebut Fatwa Salat Jumat MUI Pusat dan DKI Beda Konteks

JK Sebut Fatwa Salat Jumat MUI Pusat dan DKI Beda Konteks

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Umum Dewan Masjid Nusantara (DMI) Jusuf Kalla   menyatakan, tak ada pertentangan antara fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Induk dengan MUI DKI Jakarta menimpa pelaksanaan  salat Jumat dua gelombang. Menurut JK, isi kedua ajaran tersebut berbeda konteks dan permasalahannya.

“Tidak ada pertentangannya dengan MUI karena beda masalah. (Salat) dua gelombang itu sudah difatwakan MUI DKI. Kalau MUI Sentral sudah 20 tahun lalu akan tetapi fatwa itu untuk kepentingan pabrik, ” ujar JK, sapaannya, mencuaikan rekaman video dari tim media JK yang diterima CNNIndonesia. com , Rabu (3/6).

JK membaca kedua fatwa itu memiliki masukan kondisi yang berbeda. Dalam masukan MUI Nomor 5/Munas VI/MUI/2000 melarang pelaksanaan salat Jumat dua gelombang dengan pertimbangan pekerja yang tak bisa melaksanakan salat Jumat.

Hal ini biasanya terjadi pada pekerja yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di masa salat Jumat.

“Misalnya pabrik yang kerja 24 tanda mesti jalan terus, operator tak bisa salat Jumat, tidak bisa kemudian dibuat dua gelombang. Itu fatwa MUI Pusat untuk perhatian industri, ” katanya.

Sementara fatwa MUI yang diterbitkan DKI membolehkan salat Jumat dua gelombang dengan pertimbangan perihal darurat. Salah satunya yakni masukan kapasitas masjid yang berkurang karena jemaah harus menjaga jarak minimal satu meter.

“Karena ini darurat kita bangun jarak sehingga kapasitas masjid itu daya tampung 40 persen lantaran biasa. Maka harus difasilitasi, ” ucapnya.

Dalam sisi lain, pelaksanaan salat Jumat di Jakarta akan digelar mulai Jumat pekan ini di kira-kira masjid jika PSBB tak diperpanjang. Nantinya, kata JK, pelaksanaan salat Jumat akan dipersingkat tak bertambah dari 30 menit.

“Khotbah mungkin seperempat jam, salat kira-kita tujuh menit. Separuh jam-lah. Tidak lebih dari itu, 25 menit cukup, ” kata JK.

Wakil Kepala ke-10 dan 12 itu mengatakan bahwa masjid harus dibuka sebab menjadi ruh bagi suatu negara. Menurutnya, tempat ibadah seperti masjid dan gereja merupakan tempat yang harus dibuka pertama kali dipadankan tempat umum lain.

“Masjid buka, gereja sibak, silakan yang lain buka. Agar ada ruhnya. Buat apa kita memperingati hari Pancasila 1 Juni kalau kita tidak melaksanakan yang tertinggi, Ke-Tuhanan yang maha tunggal, ” katanya. (psp/osc)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.