Jejak Lantang Jerinx Berujung Menyemprot Vaksin Sinovac

Jakarta, CNN Indonesia —

Musikus I Gede Ari Astina pedengan Jerinx   formal mendapat suntikan vaksin virus corona (Covid-19) produksi China, Sinovac   pada Polda Metro Jaya, Jakarta, hari ini Minggu (15/8).

Suntikan Sinovac ke tubuh Jerinx sekaligus mengakhiri keraguan sang penggebuk drum Superman Is Dead (SID) itu terhadap vaksin yang selama ini selalu dia kritisi.

Jerinx dikenal lantang membicarakan penangan pandemi yang berpengaruh pada ketidakadilan terhadap masyarakat. Termasuk di antaranya terpaut vaksinasi sebagai syarat segala perizinan aktivitas yang tempat kritisi sebagai kebijakan terbatas.


Jerinx baru keluar dari tangsi atas tuduhan pencemaran tanda baik dan ujaran kesumat lewat akun media baik pribadinya @jrxid. Dalam unggahan yang dibuat pada 13 Juni 2020 lalu tersebut, Jerinx menyebut bahwa IDI dan pihak rumah sakit merupakan kacung Badan Kesehatan tubuh Dunia (WHO).

Majelis Ketua Pengadilan Negeri Denpasar memvonis Jerinx dengan hukuman 1 tahun 2 bulan tangsi. Gugatan banding di level Pengadilan Tinggi Denpasar lalu memotong masa hukuman Jerinx menjadi 10 bulan. Pada kasus tersebut, Jerinx luput murni 8 Juni 2021 lalu.

Dipenjara tak membuat nyali Jerinx surut untuk mengutarakan pendapatnya terkait penanganan pandemi virus corona. Selepas dari bui, Jerinx bersuara keras menuding sejumlah artis yang telah ‘di- endorse ‘ mengumumkan ke terbuka positif corona.

Atas pendapatnya tersebut, salah seorang pegiat media baik Adam Deni mempertanyakan Jerinx soal data terkait artis-artis yang ‘di-endorse Covid’. Semenjak itu, Jerinx memasuki fragmen perseteruan baru.

Di dalam 2 Juli 2021, akun media sosial Jerinx tiba-tiba hilang. Merasa heran, Jerinx lantas menelepon Adam dan menuding dia sebagai bagian yang menghilangkan akun jalan sosialnya.

Masa menelepon Deni,   Jerinx diduga mengeluarkan kata-kata nyata dengan mengeluarkan kalimat bernada ancaman. Adam lantas mengadukan Jerinx ke Polda Metro Kaya terkait dugaan penggugatan imbas dituduh jadi dalang hilangnya akun media sosial milik Jerinx.

Setelah dilakukan gelar perkara oleh kepolisian, laporan terhadap Jerinx akhirnya ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan. Jerinx resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengancaman pada pegiat media sosial Umat Deni pada Sabtu (7/8) lalu.

Polisi kesulitan memanggil Jerinx untuk menggali keterangan. Penyidik sebab Jakarta bahkan terpaksa ‘jemput bola’ terbang ke Bali untuk memeriksa Jerinx. Di sana, aparat menyita telepon seluler Jerinx untuk penyidikan.

Jerinx di dalam akhirnya manut memenuhi seruan setelah dua kali mangkir karena alasan tak bisa dites swab untuk syarat perjalanan udara. Dia menuruti jalur darat, menempuh ratusan kilometer perjalanan Bali-Jakarta.

Selepas pemeriksaan, Jerinx yang dikenal kritis pula menjadi kompromis. Ia menganjurkan masyarakat untuk mendukung program vaksinasi nasional agar pandemi covid-19 lekas terkendali

Melalui akun Instagram terbarunya, @true_jrx, Jerinx mengesahkan sudah ‘mundur’ dari anggapan dan polemik Covid-19 per 4 Juli 2021. Ia menegaskan selama ini dia mempercayai eksistensi Covid-19. Dia mengklaim hanya berusaha menjelma penyeimbang dari sudut pandang berbeda di tengah pandemi  Covid-19.

Jerinx meminta maaf apabila tersedia pihak yang tersinggung dengan pernyataan ‘endorse Covid-19’ dengan kerap ia lontarkan meniti unggahan di akun instagram sebelumnya @Jrxsid.

“Saya tidak pernah menghinakan nilai nyawa siapapun, beta turut berduka atas seluruh korban Covid-19, ” perkataan Jerinx.

Jerinx mengaku bahwa awalnya dia ragu melakukan vaksinasi. Dari hasil penelaahan yang ia baca, karakter yang punya riwayat aib hepatitis harus konsultasi zaman sebelum divaksin.

Setelah berdiskusi dengan terampil virus atau virolog, Jerinx diyakinkan bahwa vaksin Sinovac, yang kebetulan tersedia masa ini, aman digunakan bagi penderita komorbid hepatitis.

“Dokter Indro meyakinkan saya kalau Sinovac aman untuk orang yang memiliki riwayat penyakit seperti saya, ” ujar Jerinx usai disuntik vaksin Sinovac.

(rzr/DAL)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.