Ikhtisar Jan Dara (2001), Seks dan Prahara Keluarga Kaya

Jakarta, CNN Indonesia —

Jan Dara merupakan lupa satu  film dengan sempat memicu kontroversi di Thailand. Film yang merawikan keluarga bermasalah ini ialah hasil adaptasi novel susunan Utsana Phloengtham. Berikut ikhtisar film Jan Dara (2001).

Jan Dayang (Suwinit Panjamawat) merupakan bani laki-laki yang hidup pada 1930an di Siam secara bergelimang harta. Kendati begitu, ia hidup bersama puak penuh masalah. Seks memiliki kendali besar dalam kehidupan keluarganya.

Ayah tirinya, Khun Luang (Santisuk Promsiri), menganggap anak laki-lakinya itu sebagai kutukan sebab istrinya meninggal saat mengemukakan Jan. Ia pun sering bertindak kasar kepada Jan dan orang-orang di sekitarnya, pun bermain dengan penuh perempuan.


Kondisi tersebut membuat Jan lebih banyak diasuh oleh bibinya, adik dari sang ibu, Waad (Wipawee Charoenpura). Di sisi lain, Waad ternyata serupa menjalin hubungan dengan Khun Luang. Hubungan itu menghasilkan Jan amat cemburu dengan ayahnya.

Hubungan Waad dan Luang kemudian menghadirkan anak perempuan bertanda Kaew (Patharawarin Timkul). Jan amat memanjakan dan mengajari adik tirinya tersebut. Sebaliknya, Waad malah membenci Kaew, putri kandungnya.

Permasalahan semakin memanas ketika Boonlueang, salah satu rani yang menjalin hubungan dengan Khun Luang, kembali ada di tengah-tengah keluaga itu. Kehadirannya semakin merumitkan hubungan keluarga tersebut.

Segala permasalahan tersebut kemudian mengantarkan Jan pada petunjuk hidupnya yang selama ini tak pernah diungkap abu atau tantenya tersebut.

Film Jan Dayang ini pertama kali membawa di Toronto International Hidup Festival 2001 yang lalu berlanjut ke Vancouver International Film Festival, London Film Festival, Busan International Hidup Festival, International Film Festival Rotterdam dan San Francisco International Asian American Hidup Festival.

Meski memicu kontroversi karena sejumlah adegan & jalan cerita di dalamnya, Jan Dara memenangkan piala Best Art Direction dan Best Cinematography dalam Thailand National Film Association Awards 2001. Film ini juga mengakar nominasi Best Screenplay & Best Sound ajang yang sama.

Pada satu dekade terakhir, dongeng ini juga kembali diangkat ke layar lebar melalui film Jan Dara: The Beginning (2012) dan Jan Dara: The Finale (2013).

(Tim)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.