Human Rights Watch Sebut Israel Melakukan Kejahatan Apartheid

Jakarta, CNN Indonesia —

Institusi pemantau hak asasi manusia , Human Rights Watch , menuduh  Israel melakukan kejahatan  apartheid dan penganiayaan terhadap orang-orang Palestina.

Hal tersebut tercantum dalam petunjuk baru kelompok pemantau benar asasi manusia itu yang dikutip pada Selasa (27/4). Laporan itu juga melaksanakan geram para pejabat Israel.

“Pemerintah Israel telah menunjukkan niat untuk mempertahankan dominasi Yahudi Israel atas Palestina di semesta Israel dan wilayah Palestina yang diduduki, ” taat laporan itu, seperti dikutip CNN .


Rencana itu, lanjut laporan HRW, digabungkan dengan penindasan tertib terhadap orang-orang Palestina & tindakan tak manusiawi yang dilakukan terhadap mereka.

“Ketika ketiga bagian ini terjadi bersamaan, tersebut sama dengan kejahatan apartheid, ” lanjut isi masukan itu.

HRW menyatakan masukan itu dimaksudkan untuk mengandaikan hukum Israel dan kecendekiaan pemerintah dengan standar dasar yang mengatur kejahatan apartheid dan penganiayaan.

Kelompok advokasi yang berbasis di Amerika Serikat tersebut mengatakan istilah apartheid umumnya digunakan dalam arti “deskriptif atau komparatif. ”

Dalam hal itu, kaitannya dengan Israel serta wilayah Palestina yang diduduki. Selain itu, juga jadi peringatan mengenai kemungkinan yang terjadi jika saat tersebut konflik dengan Palestina langsung berlanjut.

Bakal tetapi, setelah peringatan puluhan tahun, laporan itu mengutarakan, bahwa “ambang” menuju kekejaman terhadap kemanusiaan, telah dilewati.

Rilis keterangan itu muncul tiga kamar setelah publikasi serupa sebab organisasi hak asasi manusia Israel, B’Tselem, yang pula menuduh Israel seabgai “rezim apartheid. ”

B’Tselem menuding dengan bukti pandangan tradisional Israel sebagai negara demokrasi yang hidup berdampingan dengan pendudukan Israel, sementara di wilayah “yang dikenakan pada sekitar lima juta rakyat Palestina sudah terpisah dari kenyataan. ”

Hal itu juga terjadi beberapa pekan setelah Majelis hukum Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda mengumumkan pantas melakukan penyelidikan atas terkaan kejahatan perang Israel dengan fokus pada aktivitas pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Sementara tersebut, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut laporan itu “fiksi” dan mengatakan klaim HRW “tidak masuk akal & salah. ”

“Human Rights Watch lumrah memiliki agenda anti-Israel dengan sudah berlangsung lama, rajin selama bertahun-tahun untuk menaikkan boikot terhadap Israel, ” kata Kemenlu Israel pada sebuah pernyataan.

“Laporan ini adalah bagian lain dari kampanye terus-menerus organisasi tanpa menghubungkan ke fakta-fakta atau kenyataan pada tanah yang ada, ” lanjut keterangan Kemenlu Israel.

(isa/ayp)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.