Gubernur Sulsel Akui Corona Naik Terkait Pesta Demokrasi

Gubernur Sulsel Akui Corona Naik Terkait Pesta Demokrasi

Makassar, CNN Indonesia —

Gubernur Sulawesi  Selatan Nurdin  Abdullah   mengatakan peningkatan kasus Covid-19 pada wilayahnya  terkait dengan pesta demokrasi.   Nurdin menduga penyebaran dalam masa pesta demokrasi terjadi lewat alat peraga.

Hingga 17 Desember, tercatat ada 24. 352 kasus positif di Sulsel. Diantaranya, 3. 913 kasus membangun aktif (16, 1 persen) atau lebih tinggi dari kasus nyata aktif tingkat nasional yang hanya 15, 1 persen.

Pada Kamis, (17/12), jumlah kasus positif di Sulsel mencapai 339 kasus, dengan kasus terbanyak sejak Makassar yakni 122 orang.


“Kondisi ini sudah kita prediksi, pasti terjadi peningkatan di bulan Desember secara adanya pesta demokrasi, karena penularan Covid-19 bukan melalui droplet sekadar sekarang, tapi sudah lewat kekayaan. Misalnya, lewat alat peraga & lain-lain, ” kata Nurdin,   seusai rapat Forkopimda Sulsel menjumpai Natal dan Tahun Baru 2021 di Masa Pamdemi, di jawatan Gubernur, Makassar, Jumat, (18/12).

Diketahui, 12 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel menggelar Pilkada  2020. Yakni,   Luwu Mengetengahkan, Makassar,   Luwu Timur, Bulukumba, Gowa, Maros, Soppeng, Toraja, Toraja Utara, Selayar,   Pangkajene Kepulauan (Pangkep), dan  Barru.

Sepanjang tahapan Pilkada serentak 2020 di Sulsel, sejumlah calon besar daerah dan anggota keluarganya  serta tim pemenangan terpapar Covid-19.

Di antaranya, calon Bupati Maros  Chaidir Syam, calon Walikota Makassar Syamsul Rizal, dan juga tim pemenangan Syamsul Rizal yakni Ilham Arief Sirajuddin bersama anaknya, Amirul Yakin Ramadhansyah. Selain itu, calon Bupati Barru  Malkan Amin meninggal karena Covid-19.

Nurdin  pun kembali menyoroti soal penanganan kasus Covid-19 di Makassar, dengan jadi simpul penyebaran sejumlah kasus Covid-19 di Sulsel.

Ia pun meminta Makassar tak memberi izin keramaian untuk kegiatan perayaan tahun baru dan cuma memberi izin terbatas bagi ibadah natal.

“Termasuk yang diperketat adalah Tanah air Makassar. Jangan sampai ada perayaan tahun baru karena hal tersebut akan memancing orang daerah mengakar ke Kota Makassar, ” ucap dia, yang merupakan kader PDIP itu.

Di kesempatan yang sama, Penjabat Walikota Makassar Rudy Djamaluddin, mengaku  tidak mengeluarkan kerelaan keramaian dalam bentuk apapun menghadap perayaan natal dan tahun mutakhir. Pihaknya pun membatasi jam operasional restoran.

“Waktu operasional kafe, restoran dan tempat per lainnya dibatasi hanya sampai jam 19. 00 WITA. Sementara fasilitas umum seperti Pantai Losari, Lapangan Karebosi, Pantai Akkarena, kawasan Center Point of Indonesia (CPI) hendak ditutup mulai 24 Desember hingga 2 Januari mendatang, ” nyata dia.

(svh/arh)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.