Ginting Bersyukur Tak Cedera Menyambut Semifinal Olimpiade

Jakarta, CNN Indonesia —

Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting   bersyukur tak mengalami cedera setelah meyakinkan lolos ke semifinal  Olimpiade Tokyo 2020.

Ginting lolos ke semifinal Olimpiade Tokyo usai mengalahkan unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen, pada babak perempat final. Hadir di Musashino Sports Plaza, Tokyo, Sabtu (31/7), Ginting menang tiga gim secara skor 21-18, 15-21 dan 21-18.

Ginting mengaku harus lebih bergairah di pengujung gim ketiga demi bisa meraih hasil. Pebulutangkis nomor lima dunia itu senang bisa menjalani rubber game dan lolos ke semifinal Olimpiade Tokyo tanpa mengalami cedera.


“Pertama saya bersyukur kepada Tuhan saya bisa bermain dengan baik hari ini tanpa cedera. Saya pikir kuncinya adalah penampilan saya di pertandingan terakhir, ” ujar Ginting usai pertarungan dikutip dari situs resmi BWF .

“Pada bintik kritis saya berusaha tulang untuk menyerang, jadi beta pikir itu sebabnya aku menang banyak poin. Kala Anders memimpin saya mencoba mengubah taktik bermain beta, saya mencoba menyerang lebih banyak lagi, ” sambung Ginting.

Tidak hanya berhak ke semifinal, Ginting juga menjadi tunggal putra pertama Indonesia yang mampu melangkah ke semifinal Olimpiade dalam 17 tahun terakhir sejak era Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro pada Olimpiade Athena 2004.

“Saya tidak mencoba memikirkan barang apa pun, tetapi saya pokok pada apa yang terjadi di lapangan. Saya berusaha sangat keras untuk menikmati momen di lapangan, pada setiap pertandingan dan memberikan yang terbaik. Saya hanya merancang pergerakan saya di lapangan, ” ucap Ginting.

“Poinnya sangat dekat di gim terakhir, ana berdua sama-sama gugup. Ketika menang, saya berteriak sebab itu berarti segalanya bagi saya. Bisa berada di semifinal Olimpiade salah kepala impian saya. Saya memeriksa memberikan yang terbaik setiap saat, ” ujar Ginting.

Selanjutnya pada babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020, Ginting akan bertandang dengan wakil China Chen Long yang mengalahkan Chou Tien Chen dari Taiwan lewat rubber-game.

Sementara itu Antosen mengakui Ginting bermain lebih indah. Ini merupakan kekalahan keempat Antonsen dari Ginting di dalam catatan pertemuan kedua pemain. Kalah di babak perempat final Olimpiade pertama dirasakan Antonsen cukup menyakitkan.

“Pada akhirnya Ginting lebih baik, tetapi itu adalah permainan yang sendat secara keseluruhan. Dia bertambah cepat. Saya pikir dia lebih tajam, bermain lebih tipis mendekati garis. Kami membuat beberapa kesalahan, tapi itu pertandingan yang sendat. ”

“Saat ini rasanya sakit [karena kalah] dan kami harus mengatasi rasa rendah itu selama beberapa minggu ke depan. Saya pasti akan kembali lebih berpengaruh, ” ujar Antonsen.

(TTF/har)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.