FBI Tangkap WN Nigeria Sindikat Peretas Kerap Pamer di Medsos

FBI Tangkap WN Nigeria Sindikat Peretas Kerap Pamer di Medsos

Jakarta, CNN Indonesia —

Seorang pria Nigeria , Ramon Abbas, ditangkap oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat ( FBI ) karena kerap memamerkan kekayaan di media sosial, yang diduga buatan dari peretasan  hingga ratusan juta dolar.

Lewat akun Instagram pribadinya, @hushpuppi, Abbas kerap mengunggah foto dirinya dengan setimbal barang mewah. Seperti sedang menunggangi helikopter dari apartemennya di sembiran laut Dubai, sampai jalan-jalan serupa menenteng tas merek terkenal bagaikan Gucci, Versace, dan Fendi.

“Saya memulai hari secara menyantap sushi di Nobu di Monte Carlo, Monako, kemudian (saya) memutuskan memesan helikopter untuk… facial di spa Christian Dior dalam Paris kemudian mengakhiri hari saya dengan menikmati sampanye di Gucci, ” tulisnya di salah satu unggahan Instagram.


Di unggahan foto lainnya, Abbas memamerkan beberapa mobil mewah seperti Bentley, Ferrari, Mercedes, dan Rolls Royce, dengan tagar #AllMine.

[Gambas:Instagram]

Di biodata akun Instagramnya, dia mengaku berprofesi sebagai pengembang properti.

Akan tetapi, taat pernyataan tertulis dari FBI, bentuk hidup mewah Abbas merupakan hasil dari skema peretasan yang menggasak jutaan dolar dari perusahaan-perusahaan tinggi di Amerika Serikat dan Eropa.

Unggahannya di media sosial meninggalkan bukti jejak digital yang digunakan penyelidik untuk menghubungkannya dengan tindak kejahatan tersebut.

Seorang pejabat FBI mengutarakan pada Mei lalu bahwa penyelidik Uni Emirat Arab (UEA) meringkus Abbas di apartemennya di Dubai dan menyerahkannya ke agen FBI. Kemudian Abbas diterbangkan ke Chicago, Iilinois, pada 2 Juli.

Dalam beberapa pekan kelak, dia akan dipindahkan ke Los Angeles, California, untuk menghadapi tuduhan atas pencucian uang senilai ratusan juta dolar melalui skema kebusukan dunia maya.

Dilansir CNN , Senin (13/7), Abbas tinggal di Palazzo Versace eksklusif di Dubai. Tempat dituduh memimpin sindikat internasional yang mengatur upaya pencucian uang buat mencuri ratusan juta dolar dari perusahaan.

Dalam sebuah pernyataan, Polisi Dubai mengatakan Abbas ditangkap beserta sebelas orang lainnya. Penyelidik menyita uang senilai hampir US$ 41 juta, tiga belas mobil mewah, serta bukti lain berupa telepon dan komputer.

Pengacara Abbas, Gal Pissetzky, menolak merinci dengan jalan apa kliennya mendapatkannya uang. Dia mengecap penangkapan kliennya sebagai upaya penculikan dan mengatakan bahwa pihak Dubai menyerahkan Abbas ke AS tanpa melalui proses hukum yang terang.

Abbas belum secara resmi didakwa dan pemerintah GANDAR memiliki waktu 30 hari untuk mendakwanya.

(CNN/ayp)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.