ESDM Pede Blok Rokan Bakal Target Produksi Minyak Tercapai

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Arifin Tasrif mengatakan alih kelola Blok Rokan kepada PT  Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bisa mendorong tercapainya target produksi minyak anom 1 juta barel bohlam hari (BOPD) pada 2030.

“Mengingat Rokan merupakan salah satu provinsi kerja (WK) terbesar di Indonesia yang bernilai strategis dalam memenuhi target buatan minyak satu juta BOPD dan gas 12 BSCFD pada 2030, ” ujar Arifin dalam keterangan resmi, Senin (9/8).

Sebagai informasi, Blok Rokan resmi beralih tangan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan pada hari ini. Tercatat, CPI telah mengelola Blok Rokan semasa 80 tahun atau sejak ditemukan pada 1941 suram.


Karenanya, Arifin menilai ambil alih tersebut jadi tonggak sejarah industri desa minyak dan gas (migas).

“Hari ini merupakan salah satu pacak sejarah industri hulu migas Indonesia karena setelah Caltex dan kemudian PT CPI mengelola Rokan selama 80 tahun, maka pengelolaan lengah satu WK terbesar dalam Indonesia ini selanjutnya diserahkan kepada BUMN, Pertamina melalui PHR, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya telah mengupayakan alih kelola ini semasa dua tahun ke belakang. Untuk mencapai target produksi minyak satu juta barel per hari pada 2030, maka alih kelola dipastikan berjalan lancar sehingga level produksi minyak pada akhir masa kontrak PT CPI dapat dipertahankan.

“Ini merupakan hal istimewa bagi bangsa dan negara mengingat Blok Rokan masa ini masih mendukung 24 persen produksi nasional & diharapkan tetap menjadi daerah kerja andalan Indonesia, ” katanya.

[Gambas:Video CNN]

SKK Migas mengawal rumor alih kelola Blok Rokan. Meliputi, pengeboran, migrasi bukti dan operasional, pengadaan chemical EOR; manajemen kontrak pembantu kegiatan operasi, pengadaan listrik, tenaga kerja, pengalihan teknologi informasi, perizinan dan modus operasi, dan pengelolaan dunia.

Direktur Sempurna Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan untuk memastikan kelancaran alih kelola, PHR telah membuat tim transisi. Ia tahu PHR untuk fokus mencapai target pemerintah melalui tata Blok Rokan.

“Pertamina juga memiliki lurus lainnya, yaitu mendukung rencana pemerintah mencapai produksi mulia juta BOPD dan 12 BSCFD pada 2030, ” ujarnya.

Alih kelola ini dimulai dengan penandatanganan head of agreement (HoA) yang menjamin investasi CPI dalam akhir masa kontrak. Hasilnya, sejak HoA ditandatangani 29 September 2020 hingga 8 Agustus 2021, telah dilakukan pemboran 103 sumur perluasan.

Setelah membandingkan Blok Rokan, maka Pertamina memiliki hak partisipasi ( participating interest/PI ) 100 persen, termasuk 10 persen yang mau ditawarkan ke BUMD. Tatkala, kontrak kerja sama Kelompok Rokan ditandatangani oleh PHR dan SKK Migas di dalam 9 Mei 2019 berantakan dengan menggunakan skema gross split . Kontrak itu berlaku efektif sejak hari ini semasa 20 tahun mendatang.

(ulf/agt)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.