Erick Thohir Soal Komisaris Pesanan: Jangan Prasangka Buruk

Jakarta, CNN Indonesia —

Gajah Badan Usaha Milik Negeri ( BUMN ) Erick Thohir meminta masyarakat untuk tidak berprasangka buruk ( prejudice ) terkait  komisaris pesanan di kementeriannya.

Menurut Erick, seluruh komisaris pelat merah, baik itu yang diangkat karena keahlian profesionalnya atau pun dengan dititipkan oleh pihak tertentu, sudah melalui sistem pelatihan ( training ).

“Sekarang komisaris yang sudah menghunjam mau dibilang sesuai secara probase profesional, atau ada pesanan-pesanan tidak apa-apa, kita engga usah prejudice , ” katanya pada siaran live Chatroom CNN Indonesia, Rabu (11/8).


Pemilihan direksi dan komisaris BUMN memang kerap dikritik sebab dianggap berkedok titipan kebijakan. Salah satu tudingan datang dari Politikus PDI-Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu yang membuktikan ada mafia dalam proses pemilihan direksi dan komisaris perusahaan pelat merah.

Dia mengklaim kalau BUMN telah membangun bentuk training   atau sekolah untuk komisaris yang dikelola sebab komisaris BUMN.

Toh, menurut dia, masa saat menjabat tidak bertemu dengan Key Performance Indicators (KPI), ia tak malu mencopot anak buahnya.

“Dan kita melayani dari class room (ruang kelas) ke class room , kaya CFO dan CEO. Maka jangan prasangka buruk zaman, ” ujar Erick.

Sebelumnya, Adian menyebut keberadaan mafia terendus dari penunjukan 5. 000 komisaris BUMN dengan tidak jelas asal muasalnya.

Tuduhan dia dasarkan pada dua dalih. Pertama, proses rekrutmen direksi dan komisaris yang dikerjakan tanpa lowongan atau lelang jabatan yang tak terbuka bagi publik.

Kedua, dasar direksi dan komisaris BUMN yang tidak jelas. Ia menduga ketidakjelasan latar belakang itu berlaku karena adanya campur lengah mafia dalam proses rekrutmen.

Menanggapi itu, Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga membuktikan Adian melakukan blunder serta tidak paham dengan adat korporasi.

(wel/eks)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.