Dikti Ogah Kebut Kelulusan Mahasiswa Kedokteran Saat Pandemi

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan  mahasiswa kedokteran tetap harus mengikuti ujian kompetensi untuk mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) meski saat ini Nusantara menghadapi pandemi  virus corona .

Pernyataan tersebut merespons saran dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) supaya pemerintah segera meluluskan mahasiswa kedokteran yang tengah melaksanakan UKMPPD agar bisa positif penanganan covid-19.

“Uji kompetensi tentunya tetap harus dikerjakan untuk memastikan kompetensi sebagai dokter atau tenaga kesehatan tubuh. Dengan pembimbingan yang lebih intensif, ” kata Penasihat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam kepada CNNIndonesia. com , Rabu (7/6).


Nizam menjelaskan uji kompetensi penting dilewati mahasiswa kedokteran untuk memastikan kompetensi calon tenaga kesehatan dari sekolah tinggi terpenuhi.

“Tentunya tidak boleh kita melanyak kompetensi mereka, karena sanggup membahayakan diri sendiri maupun pasien, ” sambung dia.

Hanya saja, Nizam mengutarakan pihaknya berupaya mempermudah proses UKMPPD bagi mahasiswa kedokteran dengan membagi ujian menjelma beberapa tahap.

Pembagian tersebut fungsinya untuk membantu mahasiswa dalam proses belajar dan persiapan teguran. Dengan begitu, harapannya mahasiswa bisa lebih mudah serta cepat lulus.

“Kita modifikasi sistem ujiannya menjadi bertahap. Memperlancar kelulusan mahasiswa, ” tutur Nizam.

Sebelumnya, Pemangku Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto mengatakan pihaknya telah mengkomunikasikan keinginan agar mahasiswa kedokteran yang pusat UKMPPD segera diluluskan pada pemerintah.

Keinginan tersebut disampaikan IDI karena krisis noda sumber daya tenaga kesehatan untuk penanganan covid-19. Namun, Slamet mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Kami sudah rapat dengan menko PMK, [fakultas] kedokteran dan Kemenkes kemudian Ditjen Dikti. Telah sepakat meluluskan dan merendahkan di pelayanan, tapi belum dieksekusi Ditjen Dikti. Maka kami mohon Komisi IX percepat pemenuhan dokter buat tangani covid, ” tutur Slamet dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (5/7).

(fey/wis)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.