Dasar Bank Hapus Buku Kredit di Tengah Corona

Dasar Bank Hapus Buku Kredit di Tengah Corona

Jakarta, CNN Indonesia —

Sebanyak bank melakukan  hapus buku kredit di tengah pandemi  virus corona (Covid-19). Kebijakan itu diambil untuk menekan rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) pada perusahaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  menerangkan hapus buku kredit adalah penghapusan pinjaman macet yang tidak mampu ditagih lagi dari neraca ( on-balance sheet ) lalu dicatat pada rekening administratif ( off-balance sheet ).

Meskipun pinjaman macet tersebut telah dihapusbukukan, hal ini hanya bersifat administratif sehingga penagihan terhadap debitur tetap dilakukan.


Arah hapus buku kredit adalah membenarkan kualitas neraca perkreditan bank. Pasalnya, bank dapat mengeluarkan pencatatan sejumlah hal dari neraca bank antaralain angka piutang kredit yang tak menghasilkan, tunggakan pokok kredit, kembang, dan denda.

Dampaknya, tingkat NPL menurun sehingga meningkatkan nilai kesehatan bank. Selain tersebut, bank bisa lebih fokus memajukan produk dan ekspansi bisnis tanpa harus terhambat kredit bermasalah.

Direktur Keuangan PT Bank Central Asia  Tbk  (BCA) Vera Eve Lim mengatakan perusahaan telah melakukan penghapusan buku sebesar Rp1 triliun sepanjang semester I 2020. Menurutnya, tidak ada perubahan besar penghapusan buku selama pandemi virus corona.

“Hapus kunci dilakukan untuk kredit yang sudah lama proses penagihannya. Jadi, lestari ada yang hapus buku buat kredit yang sudah lama sekadar, ” ungkap Vera belum periode ini.

Vera mengatakan nilai penghapusan tampang pada semester I tahun itu tak jauh berbeda dengan kurun yang serupa tahun lalu. Namun, dia tidak merinci jenis kredit yang dilakukan penghapusan buku.

“Sampai semester I 2020 hapus buku yang kami lakukan tidak jauh beda dengan tahun semrawut sebesar Rp1 triliun, ” sirih Vera.

Keputusan penghapusan buku ini seiring dengan kemajuan rasio NPL Bank BCA. Kongsi mencatatkan NPL sebesar 2, 1 persen per Juni 2020, terangkat signifikan dibandingkan dengan Juni 2019 yang masih sebesar 1, 4 persen.

Keputusan penghapusan buku juga dilakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Direktur Consumer Banking Lani Darmawan mengatakan perusahaan rutin melakukan hapus buku rekognisi untuk kredit yang sudah tergolong macet dalam jangka waktu pas lama.

[Gambas:Video CNN]

“Untuk pinjaman ritel, hapus buku dilakukan rutin sesuai dengan penuaan dari pinjaman macet, seperti kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Otomatis sifatnya, ” terang Lani.

Menurut dia, pandemi virus corona tidak mengubah kebijakan perusahaan dalam menekan NPL. Hanya saja, Lani tidak mengungkapkan pasti berapa penghapusan sendi yang dilakukan perusahaan pada semester I 2020.

(ulf/sfr)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.