Chelsea yang Tak Sempurna Oleh karena itu Juara Liga Champions

Jakarta, CNN Indonesia —

Dibanding  Manchester City yang tidak terkalahkan sejak fase agregasi hingga semifinal Liga Champions , catatan  Chelsea lebih buruk karena sudah mengalami kekalahan.

The Blues meraih melangsungkan kedua di Liga Champions sembilan musim berlalu. Chelsea menjalani Liga Champions musim ini dengan status peringkat keempat di Liga Inggris.

Di periode grup, Chelsea berada utama grup dengan Sevilla, Krasnodar, dan Rennes. Di lembah arahan Frank Lampard, Chelsea meraih empat kemenangan dan dua kali seri. Secara 14 poin, Chelsea menjadi juara grup.


Di dalam partai 16 besar, Lampard tak lagi ada dalam kursi pelatih. Posisinya digantikan Thomas Tuchel. Berada pada bawah arahan Tuchel, London Biru meraih kemenangan 1-0 dan 2-0 atas Atletico Madrid.

Modus klub milik Roman Abramovich berlanjut ke perempat final dengan bertemu FC Porto. Menang 2-0 di leg pertama membuat kekalahan 0-1 di leg kedua tak berpengaruh.

[Gambas:Video CNN]

Di semifinal giliran pengumpul trofi Liga Champions tertinggi yang mereka kalahkan. Sesudah imbang 1-1 melawan Real Madrid di Spanyol, Chelsea menang 2-0 saat melayani Los Blancos.

Langkah Chelsea ke final, kalah mentereng dibandingkan Manchester City. Dibanding Man City yang menorehkan 11 kali menang dan sekali ragu-ragu, Chelsea mengemas delapan kala menang, tiga kali imbang dan sekali kalah.

Produktivitas Chelsea pun tertinggal tiga gol dari Man City yang mencetak 25 gol. Jumlah kebobolan kedua kesebelasan sama-sama empat membuat laga final sempat diprediksi bakal berjalan ketat.

Lamun tercoreng kekalahan melawan Porto, Chelsea mampu membuktikan sebagai juara dan menundukkan Man City yang cukup difavoritkan.

(nva/nva)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.