Camat Waingapu NTT Meninggal, Penjaga Duga Bunuh Diri

Jakarta, CNN Indonesia —

Camat Waingapu, Kabupaten Sumba Timur,   Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial DRM (45) meninggal dunia usai diduga bunuh diri di vila panggung milik orang tuanya pada Selasa (20/7).

Polisi menduga, DRM mengakhiri hidupnya karena ngerasa depresi terkait kematian si Istri karena Covid-19.

“Dimungkinkan korban menutup hidupnya dengan cara gantung diri dikarenakan depresi semenjak meninggalnya istri korban sebab Covid, ” kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna saat dikonfirmasi, Rabu (21/7).


Dari hasil keterangan yang didapat kepolisian, korban sempat meminta kepada orang yang berada di rumahnya untuk menutup semua pintu dan jendela karena akan beristirahat.

Selang beberapa waktu kemudian, datang seorang warga dari kebun untuk mencari korban. Dia pun diminta oleh orang rumah biar bergerak secara pelan-pelan sebab korban sedang beristirahat.

Saat mendatangi panti tersebut, saksi tak melihat korban berada di peraduan. Dia pun mencari korban ke beberapa ruangan.

“Saat kedua bukti masuk di dalam kawasan milik saksi L, kedua saksi mendapati korban yang sedang tergantung dekat secara dinding kamar, ” jelasnya.

Kondisi target, kata dia, dengan posisi lidah menjulur keluar serta muka yang kehitaman. Camat kala itu mengenakan baju kemeja batik berwarna biru dan celana kain hitam.

Saksi dengan melihat pun langsung memberitahukan saudari kandung korban, MK terkait peristiwa itu. Mereka lalu langsung memotong ikatan yang terikat dibantu sebab beberapa tetangga dan memeriksa melakukan upaya pertolongan pertama.

“Karena situasi korban yang tidak bisa ditangani sehingga korban langsung di bawah ke Rumah Sakit Kristen Lindimara secara menggunakan kendaraan pribadi hak keluarga korban, ” ucap Krisna.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan & hendak melakukan olah TKP di rumah tersebut. Tetapi, keluarga korban menolak upaya tersebut karena diduga tak terima kematian tersebut.

Sejauh ini, kata Krisna, tidak ada suku yang mengetahui motif korban melakukan bunuh diri. Cuma saja, Camat itu telah sering menyendiri dan jarang berkomunikasi dengan keluarga semenjak istrinya meninggal dunia pada 20 Mei 2021 morat-marit.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis pada awak korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan zaman korban dibawa ke vila sakit korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, ” kata dia menambahkan.

Krisna menjelaskan bahwa hingga saat ini belum dilakukan upaya autopsi kepada jenazah korban. Pihaknya, masih menunggu persetujuan dari belahan kandung korban.

Namun demikian, kata tempat, dari hasil pengecekan ditemukan sebuah surat pada saku baju milk korban dengan menolak upaya autopsi.

“Surat yang diperuntukkan kepada Kapolres Sumba Timur yang isinya meminta pada pihak Kepolisian agar jenazah korban jangan di otopsi karena apa yang dilakukan oleh korban atas rencana sendiri, ” jelasnya.

“Sehingga berdasarkan temuan surat tersebut dapat dipastikan bahwa korban telah berencana mengakhiri dirinya dengan cara bunuh diri, ” tambahnya.

(CNN Indonesia/Fajrian)

(mjs/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.