Biden Janji Hukum Pelaku Pembunuhan Jamal Khashoggi

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Amerika Serikat , Joe Biden , berjanji bakal menghukum pihak-pihak yang diduga menyalahi hak asasi manusia terkait dengan kasus pembunuhan terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi .

Biden mengatakan hal itu selepas berdialog dengan Kepala Arab Saudi, Raja Salman, pada Kamis (25/2) lalu.

“Saya berbicara dengan Raja (Salman) kemarin, dan saya menyampaikan dengan jelas bahwa beberapa preskripsi main akan berubah serta kami akan menyampaikannya di dalam Jumat atau Senin pasar depan. Kami akan meminta pertanggungjawaban terhadap dugaan pelanggaran HAM, ” kata Biden dalam wawancara dengan Univision, seperti dikutip Reuters , Sabtu (27/2).


Biden juga menyinggung soal hubungan luar negeri AS serta Saudi yang kemungkinan bahan berubah dari masa kepemimpinan pendahulunya, Donald Trump.

Almarhumah Khashoggi merupakan seorang kolumnis surat kabar The Washington Post yang kerap menghakimi Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. Ia dinyatakan tewas dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 sesudah sempat dinyatakan hilang.

Meski sempat menyanggah, Saudi akhirnya mengakui kalau Khashoggi tewas di pada gedung konsulatnya. Namun, mereka berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Mereka menegaskan pembunuhan itu dilakukan sebab pejabat Saudi tanpa diketahui siapapun.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap tim pembunuh yang disebut-sebut bergerak di bawah perintah Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), Pasukan Harimau, berasaskan keterlibatan mereka dalam pembunuhan Khashoggi.

Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka akan memblokir aset Pasukan Harimau. GANDAR juga melarang semua pembicaraan dengan tim yang mereka sebut dengan nama Rapid Intervention Force tersebut.

Selain Pasukan Harimau, seorang pejabat intelijen Saudi, Ahmed al-Asssiri, juga menjelma target sanksi serupa karena keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi.

Dalam laporan intelijen GANDAR, sang Putra Mahkota adalah pemimpin de facto Saudi, sehingga tak mungkin kesimpulan besar untuk menghabisi hidup Khashoggi diambil tanpa sepengetahuannya.

Assiri merupakan bagian dari lingkaran dalam MbS. Ia sebenarnya sempat diadili atas keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi, tapi alhasil dibebaskan dari segala dakwaan.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.