Bek Slavia Praha Diskors 10 Pertandingan karena Rasisme

Jakarta, CNN Indonesia —

Bek Slavia Praha  Ondrej Kudela   telah dilarang bermain selama sepuluh pertandingan dengan UEFA karena melakukan pelecehan rasisme terhadap Glen Kamara, sementara gelandang Rangers tersebut juga mendapat larangan tiga pertandingan.

Bek Ceko itu diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Glen Kamara selama pertandingan babak 16 besar Liga Europa pada 18 Maret.

Dia membantah tuduhan itu tetapi mengaku telah menghina Kamara, yang mengakibatkan larangan sementara satu pertandingan diberikan kepada bek tengah tersebut pada saat itu. Ondrej Kudela melewatkan pertandingan leg pertama perempat last Slavia melawan Arsenal pada Liga Europa karena larangan ini.


UEFA merilis pernyataan yang menjelaskan keputusan tersebut, yang menyatakan Kudela telah dilarang “untuk sepuluh (10) pertandingan klub EUROPÄISCHER FUßBALLVERBAND berikutnya dan pertandingan kompetisi tim perwakilan yang mana ia berhak untuk main, karena perilaku rasis, yang mencakup satu pertandingan sementara. Penangguhan diberikan oleh pemain selama pertandingan leg mulailah perempat final Liga Eropa UEFA 2020/21 SK Slavia Praha melawan Arsenal FC pada 8 April 2021. ”

Kudela sekarang akan absen pada leg kedua perempat final Slavia dengan System dan pertandingan lain yang dimainkan timnya di turnamen musim ini.

Larangan itu juga termasuk pertandingan EURO 2020, yang berarti Kudela tidak akan tersedia buat Republik Ceko saat mereka menghadapi Inggris dan Skotlandia musim panas ini. Dia juga bisa melewatkan sebagian besar pertandingan Slavia musim depan karena larangan tersebut.

Kamara, yg menjadi sasaran pelecehan rasial, telah diberi larangan tiga pertandingan oleh UEFA karena menyerang pemain lain. Pemain internasional Finlandia itu jadi menjalani larangan ini saat Rangers sedang dalam cara menuju kualifikasi Liga Champions musim depan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.